kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Nikkei jatuh dari level tertinggi tujuh bulan


Jumat, 07 Desember 2012 / 14:30 WIB
Nikkei jatuh dari level tertinggi tujuh bulan
ILUSTRASI. Hang Seng menjadi satu-satunya indeks di Asia yang melemah pada pagi ini (3/9)


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

TOKYO. Setelah melompat ke level tertinggi dalam tujuh bulan terakhir, indeks Nikkei 225 Stock Average akhirnya jatuh. Pada penutupan pasar pukul 15.00 waktu Tokyo, indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,2% menjadi 9.5277,39.

Padahal, pada transaksi sebelumnya, indeks Nikkei sempat naik 0,3%. Sepanjang pekan ini, indeks Nikkei tercatat naik 0,9%. Dengan demikian, kenaikan bursa Jepang sudah berlangsung selama empat pekan berturut-turut. Sedangkan indeks Topix naik 0,2% menjadi 790,24. Dalam setiap delapan saham yang turun, terdapat enam saham yang naik.

Pergerakan sejumlah saham turut mempengaruhi bursa Jepang. Beberapa di antaranya yakni: Softbank Corp dan KDDI Inc yang mencatat penurunan terdalam pada indeks Nikkei 225. Aksi jual kedua saham terjadi setelah harian Nikkei melaporkan bahwa perusahaan pesaing NTT DoCOMo Inc akan mulai menjual iPhone.

Saham lain yang juga berpengaruh adalah Tokyo Electric Power Co yang melambung 13% dan memimpin kenaikan pada indeks Nikkei, Lalu, ada pula saham Sharp Corp yang naik 8,5% setelah mengumumkan aliansi modal dengan Qualcomm Inc.

Aksi jual bursa Jepang terjadi setelah indikator teknikal memberikan sinyal overheating pada pasar saham. "Pasca kenaikan tinggi, terjadi aksi profit taking yang dilakukan investor," jelas Soichiro Monji, chief strategist Daiwa SB Investments Ltd.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU

[X]
×