kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

2 faktor ini yang sebabkan bursa Jepang fluktuatif


Jumat, 07 Desember 2012 / 08:24 WIB
ILUSTRASI. FILE PHOTO: The logo of PT Adaro Energy as seen at PT Adaro Energy headquarters in Jakarta, Indonesia, October 20, 2017. REUTERS/Beawiharta/File Photo


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

TOKYO. Bursa Jepang bergerak di dua zona. Pada pukul 09.38 waktu Tokyo, indeks Nikkei 225 Stock Average tak banyak mencatatkan perubahan di posisi 9.543,71. Sedangkan indeks Topix naik 0,1% menjadi 789,15. Dalam setiap tujuh saham yang turun, terdapat enam saham yang naik.

Pergerakan sejumlah saham turut mempengaruhi bursa Jepang. Salah satu di antaranya yakni Kansai Electric Power Co yang memimpin kenaikan pada setor utilities. Selain itu, ada saham Softbank Corp yang turun 1,1% setelah harian Nikkei menulis bahwa NTT DoCoMo Inc akan mulai menjual iPhone Apple untuk meningkatkan daya saingnya.

Ada pula saham Sharp Corp yang naik 6%. sehingga, jika dihitung, saham Sharp sudah meroket 24% sejak perusahaan elektronik ini mengumumkan aliansi modal dengan Qualcomm Inc pada 4 Desember lalu.

Pergerakan positif bursa Jepang dipengaruhi beberapa faktor. Pertama, data pengajuan klaim pengangguran AS yang menurun. Kedua, indikator teknikal menunjukkan market sudah overbought setelah indeks Nikkei menanjak ke level tertinggi dalam tujuh bulan terakhir, kemarin.

"Investor menunggu data tenaga kerja AS dan sulit menemukan arah saat ini. Kami rasa, AS bisa menghindari fiscal cliff dan berharap bakal ada kesepakatan pada akhirnya," jelas Juichi Wako, senior strategist Nomura Holdings Inc.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×