kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.025   42,00   0,23%
  • IDX 6.183   -13,53   -0,22%
  • KOMPAS100 807   -4,01   -0,49%
  • LQ45 612   -2,33   -0,38%
  • ISSI 214   -0,24   -0,11%
  • IDX30 345   -1,39   -0,40%
  • IDXHIDIV20 426   -2,15   -0,50%
  • IDX80 92   -0,41   -0,44%
  • IDXV30 117   -0,38   -0,32%
  • IDXQ30 110   -0,73   -0,66%

Nih, obat penangkal 9 alasan sulit menabung


Jumat, 05 Oktober 2012 / 17:23 WIB
ILUSTRASI. Sejumlah warga mengikuti kirab Merti Code saat melintas di kawasan Tugu, Kota Yogyakarta, Minggu (5/11/2017). Cuaca hari ini di Jawa dan Bali cerah hingga hujan ringan, menurut prakiraan BMKG. TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati |

JAKARTA. Ada banyak alasan yang membuat seseorang tidak bisa menabung. Menabung dianggap sebagai sesuatu yang mustahil di tengah pengeluaran yang besar.

Financial Planner Ligwina Hananto dalam seminar "Finansial for Modern Woman" di Indonesia Financial Expo & Forum (IFEF), Jakarta Convention Center (JCC) , Jumat (5/10) menjelaskan, setidaknya ada sembilan poin alasan mengapa seseorang tidak bisa menabung.

"Point pertama adalah cicilan utang," ucap Ligwina. Menurutnya, sebagian orang yang mempunyai cicilan utang, rupanya  tidak sesuai dengan penghasilan yang diterima. Hal ini tentu saja mempengaruhi apakah seseorang bisa menabung atau tidak.

Selain cicilan utang, delapan point alasan lain yang membuat seseorang tidak bisa menabung adalah premi asuransi, rumah tangga, transportasi, anak, keluarga, pekerja, kesehatan, dan pribadi.

Oleh sebab itu, lanjut penulis buku Untuk Indonesia yang Kuat: 100 Langkah Untuk Tidak Miskin, sebagai solusinya, sembilan poin pengeluaran tersebut harus dialokasikan dengan benar. Misalnya, poin pertama (cicilan utang) maksimal sebesar 30% dari penghasilan, poin kedua hingga kedelapan sebesar 20% - 40 %, dan poin kesembilan sebesar 20%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×