Reporter: Raka Mahesa W, Barly Haliem | Editor: Harris Hadinata
JAKARTA. Nathaniel Philip Vic Rothschild, pendiri Vallar Plc, menyurati pihak Bakrie untuk memprotes penjualan saham Bumi Plc ke PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN). Nathaniel, yang juga pemegang 11% saham Bumi Plc, mempertanyakan alasan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) menjual saham Bumi Plc ke BORN. Surat tersebut dialamatkan ke Ari Hudaya, yang saat ini menjabat CEO Bumi Plc dan Presiden Direktur PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
Menurut informasi yang diterima KONTAN, tiga bulan yang lalu Nat, panggilan akrab Nathaniel, sempat mengusulkan agar pihak Bakrie menjual saham Bumi Plc kepada teman-temannya. Tidak disebutkan siapa yang dimaksud teman-teman Nat ini. Yang jelas, pihak Bakrie menolak usul tersebut lantaran dengan cara begitu, saham Bumi Plc akan tersebar dan sulit dikonsolidasikan. Akhirnya, BNBR memilih menggandeng BORN.
Selain memprotes penjualan 23,8% saham Bumi Plc tersebut, Financial Times melaporkan Nat juga memprotes langkah BUMI membayar utang US$ 600 juta ke China Investment Corporation (CIC). Alasannya, BUMI masih punya banyak utang ke pihak terafiliasi, tapi malah mendahulukan membayar utang ke pihak ketiga.
Protes Nat ini menimbulkan spekulasi kongsi Bakrie dan Rothschild bakal pecah. Apalagi, beredar rumor Nat mengincar kursi CEO di Bumi Plc dari Ari Hudaya, yang adalah orang kepercayaan Bakrie.
Pihak BNBR menolak mengomentari surat tersebut. “Bukan kapasitas saya untuk menjawab itu. Pertanyaan itu paling tepat ditanyakan langsung kepada pemegang saham BNBR,” kata Eddy kepada KONTAN, Kamis (10/11). Saat dihubungi, Eddy sedang berada di London dalam rangka roadshow BNBR. Saat ditanya apakah akan bertemu Nat juga, ia tidak mengiyakan maupun membantah.
Bobby Gafur S. Omar, Direktur Utama BNBR, juga tidak bersedia mengomentari surat tersebut, dengan alasan tidak mengetahui isi dan substansi surat itu. "Di sisi lain, sejauh ini hubungan Bakrie dengan Rothschild baik-baik saja," tegas dia.
Dalam perdagangan hari ini, saham BNBR turun ke level terendah di Rp 50 per saham.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













