kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   19.000   0,72%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Naik tipis, harga minyak sulit bangkit dari level konsolidasi


Selasa, 25 Agustus 2020 / 07:30 WIB
ILUSTRASI. Harga minyak WTI untuk pengiriman Oktober 2020 berada di US$ 42,50 per barel, turun 0,28% dari harga kemarin.


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak turun tipis pada Selasa (25/8) pagi. Pukul 7.22 WIB pagi ini, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober 2020 di New York Mercantile Exchange berada di US$ 42,50 per barel, turun 0,28% dari harga kemarin.

Tapi, harga minyak brent untuk pengiriman Oktober 2020 di ICE Futures naik tipis ke US$ 45,15 per barel dari harga penutupan kemarin pada US$ 45,13 per barel.

Pergerakan harga minyak ini cenderung stabil sejak pekan lalu. "Pada April dan Mei, China pada dasarnya membersihkan kelebihan pasokan minyal global dan masih berlanjut meski ada hambatan logistik," kata Eugene Lindell, senior crude market analyst JBC Energy kepada Reuters.

Baca Juga: Harga emas naik tipis setelah turun akibat lonjakan pasar saham

Lindell menambahkan bahwa seluruh dunia kecuali China perlu mempertimbangkan lagi potensi ketersediaan minyak yang meningkat. "Saudi dan produsen lain sedikit meningkatkan produksi," imbuh Lindell.

China memborong minyak sejak April dengan memanfaatkan penurunan harga minyak. Aktivitas ekonomi China yang buka lebih awal daripada negara-negara lain menyebabkan permintaan minyak meningkat. Tapi, Lindell menambahkan bahwa laju pembelian minyak China masih cenderung mendatar.

OPEC+ memutuskan untuk menjaga pemangkasan sebesar 7,7 juta barel per hari di bulan Agustus. 

Baca Juga: Corona tekan harga gas, SKK Migas evaluasi keekonomian Masela

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×