kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Naik 19% sejak awal tahun, harga minyak tak terbendung


Kamis, 10 Mei 2018 / 09:35 WIB
ILUSTRASI. Harga minyak


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan harga minyak belum terbendung. Kamis (10/5) pukul 9.19, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni 2018 di New York Mercantile Exchange kembali menembus rekor tertinggi tahun ini pada US$ 71,70 per barel.

Harga minyak ini naik 0,79% jika dibandingkan dengan harga penutupan kemarin pada US$ 71,14 per barel. Harga minyak hari ini kembali mencapai rekor tertinggi sejak Desember 2014.

Harga minyak brent untuk pengiriman Juli 2018 pun mencapai level tertinggi tahun ini. Harga minyak acuan yang diperdagangkan di ICE Futures ini berada di US$ 77,75 per barel, naik 0,70% ketimbang hari sebelumnya yang ada di US$ 77,21 per barel.

Harga minyak brent ini pun berada di level tertinggi sejak Desember 2014. Sejak awal tahun, harga minyak brent telah melonjak 18,74%. Sedangkan kenaikan harga minyak WTI mencapai 19,38% secara year to date.

Salah satu penyebab lonjakan harga minyak adalah keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menghentikan kesepakatan pelonggaran sanksi Iran. Selasa (8/5), Trump menetapkan sanksi level tertinggi terhadap Iran.

AS kemungkinan akan menetapkan sanksi terhadap Iran pada 180 hari setelah keputusan Selasa lalu, kecuali ada kesepakatan lain yang tercapai. Analis memperkirakan, penurunan pasokan akibat sanksi ini berkisar antara 200.000 barel per hari hingga 1 juta barel per hari.

Pendorong lain kenaikan harga minyak adalah data Energy Information Administration (EIA) AS yang menunjukkan bahwa stok minyak domestik AS turun 2,2 juta barel pada pekan lalu. Angka ini jauh melebihi prediksi pasar yang meramalkan penurunan 719.000 barel.

Berdasarkan data EIA, impor bersih minyak mentah AS turun 955.000 barel per hari menjadi 5,4 juta barel per hari. Ini adalah level terendah sejak Februari 2018. "Penurunan tajam impor menghasilkan penarikan stok minyak yang lebih rendah," kata Matt Smith, director of commodity research ClipperData kepada Reuters.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×