kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Musim window dressing dimulai, silakan timbang saran sejumlah analis ini


Rabu, 18 Desember 2019 / 20:40 WIB
ILUSTRASI. Pekerja berjalan di dekat layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (1/11/2019). Musim window dressing di akhir tahun sudah dimulai. Tandanya, investor asing kembali memburu pasar saham Indonesia.


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Khomarul Hidayat

Aksi window dressing ini, Suria menebak, akan mampu membawa IHSG tembus level 6.300 di tahun ini. “Sekarang saja angkanya sudah dekat, bisa naik lebih dari 6.300,” tambahnya.

Dalam kondisi ini, Suria juga menyarankan investor untuk memburu saham-saham yang telah dilepas PT Minna Padi Aset Manajemen (MPAM), terutama yang memiliki fundamental bagus, salah satunya BMRI.

“Saham-saham itu kan sebenarnya enggak ada masalah tapi harus dijual dalan 60 hari. Itu kesempatan untuk membeli. Dari kemarin-kemarin harusnya,” kata Suria.

Baca Juga: Saham perbankan topang penguatan IHSG pada perdagangan hari ini

Analis Jasa Utama Capital Sekuritas Chris Apriliony mengamini masuknya investor asing menjadi sinyal window dressing, terlebih sebelumnya investor asing juga sudah keluar cukup banyak sepanjang tahun ini.

Chris menuturkan, investor memburu saham-saham dari sektor perbankan lantaran secara likuiditas saham perbankan sangat likuid dan market cap emiten perbankan terbilang besar.

Ia merekomendasikan investor untuk mencermati perusahaan-perusahaan yang memiliki valuasi murah untuk diakumulasi pada akhir tahun.

Baca Juga: Harga komoditas membaik, emiten pelayaran optimistis mengarungi tahun 2020

Tak hanya perbankan, Chris menilai, saham sektor tambang yang memiliki valuasi cukup murah, biasanya akan mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan saat window dressing, misalnya saja PTBA dan UNTR.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×