kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.077   77,00   0,43%
  • IDX 5.847   -94,22   -1,59%
  • KOMPAS100 773   -12,22   -1,56%
  • LQ45 582   -6,66   -1,13%
  • ISSI 204   -2,42   -1,17%
  • IDX30 329   -4,36   -1,30%
  • IDXHIDIV20 407   -4,78   -1,16%
  • IDX80 88   -1,26   -1,42%
  • IDXV30 111   -2,17   -1,91%
  • IDXQ30 106   -1,46   -1,35%

Morgan Stanley: Harga minyak sentuh US$ 120, ekonomi dunia kembali resesi


Rabu, 23 Februari 2011 / 16:11 WIB
ILUSTRASI. Awan hitam menyelimuti langit Jakarta, Senin (10/12/2018).


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

HONGKONG. Morgan Stanley memprediksi, perekonomian global bisa kembali jatuh ke jurang resesi jika harga minyak dunia menyentuh level US$ 120 sebarel akibat konflik Timur Tengah dan Afrika Utara.

Seperti yang diketahui, sejak ketegangan politik di Libya memanas, harga minyak terus merangkak naik. Investor cemas, ketegangan politik di negara itu bakal memangkas suplai minyak dunia. Kontrak harga minyak untuk pengantaran April naik 0,7% menjadi US$ 96,08 sebarel di New York. Harga minyak sudah mengalami reli sebesar 9,2% sejak 24 Januari lalu, sehari sebelum protes anti pemerintah meletus di Mesir.

"Jika harga minyak menembus basis US$ 120, akan terjadi penurunan pada perekonomian global ke level yang sesuai dengan prediksi konsesnsus," jelas Jonathan Garner, chief Asia and emerging market strategist Morgan Stanley.

Pernyataan Garner mengamini pendapat serupa ekonom Mirae Asset Securities. Mirae Asset bilang, kenaikan harga minyak akan menghambat laju pertumbuhan dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×