kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

Morgan Stanley: Harga minyak sentuh US$ 120, ekonomi dunia kembali resesi


Rabu, 23 Februari 2011 / 16:11 WIB
ILUSTRASI. Awan hitam menyelimuti langit Jakarta, Senin (10/12/2018).


Reporter: , | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

HONGKONG. Morgan Stanley memprediksi, perekonomian global bisa kembali jatuh ke jurang resesi jika harga minyak dunia menyentuh level US$ 120 sebarel akibat konflik Timur Tengah dan Afrika Utara.

Seperti yang diketahui, sejak ketegangan politik di Libya memanas, harga minyak terus merangkak naik. Investor cemas, ketegangan politik di negara itu bakal memangkas suplai minyak dunia. Kontrak harga minyak untuk pengantaran April naik 0,7% menjadi US$ 96,08 sebarel di New York. Harga minyak sudah mengalami reli sebesar 9,2% sejak 24 Januari lalu, sehari sebelum protes anti pemerintah meletus di Mesir.

"Jika harga minyak menembus basis US$ 120, akan terjadi penurunan pada perekonomian global ke level yang sesuai dengan prediksi konsesnsus," jelas Jonathan Garner, chief Asia and emerging market strategist Morgan Stanley.

Pernyataan Garner mengamini pendapat serupa ekonom Mirae Asset Securities. Mirae Asset bilang, kenaikan harga minyak akan menghambat laju pertumbuhan dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×