kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Moody’s Pangkas Outlook RI, Rupiah Kembali Melemah pada Jumat (6/2) Pagi


Jumat, 06 Februari 2026 / 09:17 WIB
Moody’s Pangkas Outlook RI, Rupiah Kembali Melemah pada Jumat (6/2) Pagi
ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah melemah setelah Moody’s menurunkan outlook Indonesia menjadi negatif,(KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah kembali melemah setelah Moody’s menurunkan outlook Indonesia menjadi negatif, mempertegas tekanan sentimen global terhadap aset berisiko.

Mengutip Bloomberg, Jumat (6/2/2026) pukul 09.10 WIB, rupiah spot ada di level Rp 16.881 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,23% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.842 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menilai keputusan Moody’s semakin membebani pergerakan rupiah yang sebelumnya sudah tertekan oleh sentimen negatif pasar global.

Baca Juga: Rupiah Spot Melemah 0,23% ke Rp 16.881 per Dolar AS, Jumat (6/2) Pagi

“Pastinya negatif, semakin membebani rupiah setelah minggu lalu outlook pasar ekuitas Indonesia juga diturunkan menjadi underweight oleh Goldman Sachs dan UBS,” ujar Lukman kepada Kontan, Jumat (6/2/2026).

Ia menjelaskan, tekanan terhadap rupiah juga diperparah oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global yang mendorong investor menghindari aset berisiko.

“Ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global serta sentimen risk off di ekuitas global semakin membuat investor menghindari aset dan mata uang berisiko,” katanya.

Baca Juga: IHSG Anjlok ke Bawah Level 8.000 Jumat (6/2) Pagi, MDKA, BRPT, INCO Top Losers LQ45

Ke depan, Lukman memandang tekanan terhadap rupiah masih akan berlanjut karena minimnya katalis positif dalam waktu dekat.

“Masih sangat tertekan, belum ada sentimen yang positif saat ini maupun dalam jangka pendek hingga menengah ke depan,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×