Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis (5/2/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,39% secara harian ke Rp 16.842 per dolar AS.
Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI) rupiah juga melemah 0,30% secara harian ke Rp 16.826 per dolar AS.
Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, rupiah ditutup melemah lebih lanjut terhadap dolar AS setelah rilis data pertumbuhan ekonomi tahun 2025 yang dipublikasikan siang tadi. Walau menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan, namun masih di bawah target pemerintah 5,2%.
Besok, rupiah diperkirakan masih fragile, terbebani masalah domestik seperti MSCI-IHSG, prospek pemangkasan suku bunga BI dan defisit fiskal.
Baca Juga: Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 16.842 Per Dolar AS Hari Ini (5/2), Asia Bervariasi
“Investor menantikan data cadangan devisa (cadev) Indonesia besok,” ujar Lukman kepada Kontan, Kamis (5/2/2026).
Lukman memproyeksikan, rupiah pada Jumat (6/2/2026) bergerak dalam kisaran Rp 16.750 – Rp 16.900 per dolar AS.
Sementara itu, Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi melihat rilis pertumbuhan ekonomi tak mampu menahan pelemahan rupiah.
Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 sebesar 5,11% secara tahunan (year on year/YoY). Sementara, sepanjang 2024 pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat mencapai 5,03% YoY.
Sepanjang 2025 berdasakan harga produk domestik bruto (PDB) atas harga berlaku sebesar Rp 23.821,1 triliun dan atas dasar harga konstan Rp 13.580,5 triliun. Secara kumulatif ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,51% secara tahunan.
Sedangkan, dari sisi produksi, penyumbang utama pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 adalah industri pengolahan, perdagangan, pertanian, dan infokom.
Dari sisi pengeluaran, penyumbang utama ekonomi tahun lalu adalah konsumsi rumah tangga dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB). Sepanjang tahun 2025, wilayah Jawa dan Sulawesi tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca Juga: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11% di 2025, Rupiah Melemah ke Rp 16.842 per Dolar AS
Adapun, sebelumnya konsensus ekonom dan analis memperkirakan kinerja ekonomi Indonesia 2025 hanya akan tumbuh paling tinggi 5,1% secara tahunan (yoy).
“Berdasarkan estimasi median (median estimate) dari perkiraan para ekonom dan analis yang dihimpun Bloomberg, pertumbuhan ekonomi Indonesia selama tahun lalu yakni sebesar 5,1% jelas berada di bawah target APBN yakni 5,2%,” ujar Ibrahim.
Ibrahim memproyeksikan, rupiah pada Jumat (6/2/2026) bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah dalam rentang Rp 16.840 – Rp 16.900 per dolar AS.
Selanjutnya: Adies Kadir Resmi Dilantik Jadi Hakim MK, Intip Profilnya
Menarik Dibaca: Hasil BATC 2026: Kalah dari Jepang, Tim Putri Indonesia Runner-Up Grup X
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













