Sumber: KONTAN | Editor: Dikky Setiawan
JAKARTA. PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) rupanya serius ingin mengakuisisi salah satu perusahaan media di kawasan Asia. Malah, saat ini, MNCN tengah melakukan uji tuntas atau due dilligence terhadap perusahaan yang akan ia akuisisi itu.
Direktur Utama MNCN Hary Tanoesoedibjo bilang, MNCN akan mengambil alih perusahaan media asing itu lewat anak usahanya di China, Linktone Ltd. Ia menargetkan, akuisisi tersebut rampung pada tahun ini.
Namun, Harry Tanoe masih merahasiakan identitas perusahaan yang ia incar itu. Pun begitu kisaran nilai akuisisinya. Alasannya, "Linktone terdaftar di bursa Nasdaq. Sesuai aturan, kami tidak boleh mengumumkan sebelum prosesnya selesai," ujarnya, kemarin (11/8).Menurut Hary Tanoe, MNCN akan mengambil dana dari kas internal untuk membiayai akuisisi tersebut. Sampai semester pertama 2009, kas dan setara kas MNCN tercatat Rp 1,3 triliun.
Kata Harry, pasca akuisisi, MNCN akan mengembangkan beberapa strategi bisnis media di kawasan Asia, yakni di bisnis content, layanan nilai tambah (value added service) serta media baru. Kelak, MNCN akan mensinergikan bisnis Linktone dengan perusahaan yang akan mereka akuisisi tersebut.
Linktone merupakan penyedia konten hiburan tanpa kabel, periklanan, serta penyedia konten multimedia di China. Perusahaan ini adalah agen iklan eksklusif dan penyedia konten utama Qinghai Satellite Television. Qinghai menjangkau 24 provinsi di China dengan 276 juta pemirsa.
Akuisisi ini juga untuk mendongkrak kinerja MNCN. Sampai semester pertama 2009 lalu, MNCN mencatat pendapatan Rp 1,85 triliun. Angka ini naik sebesar 10% ketimbang pendapatan setahun lalu. Laba bersih MNCN juga naik 16,5% menjadi Rp 249,93 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













