Reporter: Yuliana Hema | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) terus memperkuat transformasi bisnis melalui efisiensi operasional, pemanfaatan teknologi, serta pengembangan solusi baru untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi MTEL untuk memperkuat daya saing sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan baru, sejalan dengan arah strategis Danantara Indonesia dan TelkomGroup.
Direktur Utama MTEL Theodorus Ardi Hartoko mengatakan, transformasi perusahaan dilakukan dengan memperkuat fundamental bisnis sekaligus mengoptimalkan berbagai peluang pertumbuhan di sektor infrastruktur digital.
“Dengan fondasi yang semakin kuat, kami optimistis dapat terus menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan,” ucapnya, Selasa (11/8/2026).
Baca Juga: IHSG Turun 0,87% ke 6.309 Sesi I, Top Losers LQ45: DEWA, MAPI, BUMI, Selasa (11/8)
Salah satu langkah yang ditempuh MTEL adalah mengembangkan solusi Power as a Service (PaaS) dan Green Tower as a Service (GTaaS). Ini dikembangkan untuk mendukung efisiensi pengelolaan energi dan kebutuhan infrastruktur telekomunikasi.
MTEL juga memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) untuk mendukung operasional perusahaan. Langkah ini berjalan beriringan dengan penguatan praktik keberlanjutan yang menjadi bagian dari transformasi perusahaan.
Implementasi tersebut turut tercermin dari perbaikan ESG Risk Rating MTEL berdasarkan penilaian Morningstar Sustainalytics. Skor risiko ESG MTEL membaik dari 34,5 pada 2022 menjadi 18,6 pada 2026 dan masuk kategori Low Risk.
Analis Sinarmas Sekuritas Yosua Zisokhi mengatakan perbaikan tersebut menunjukkan konsistensi MTEL dalam menjalankan berbagai inisiatif perusahaan sekaligus dapat memberikan nilai tambah terhadap persepsi investor.
“Perbaikan ESG Risk Rating dalam kurun waktu tiga tahun merupakan pencapaian yang menunjukkan adanya konsistensi implementasi, bukan sekadar inisiatif jangka pendek," jelasnya dalam catatan, Selasa (11/8/2026).
Menurutnya, penguatan efisiensi energi dan digitalisasi proses juga berpotensi memberikan manfaat langsung terhadap operasional MTEL. Langkah tersebut dapat membantu perusahaan menjaga profitabilitas sekaligus meningkatkan ketahanan bisnis.
“Investor kini semakin mempertimbangkan kualitas ESG sebagai bagian dari penilaian risiko jangka panjang. Emiten yang mampu menunjukkan perbaikan secara konsisten umumnya memiliki daya tarik lebih tinggi,” kata Yosua.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
