kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Minyak WTI kembali bertengger di level US$ 70 sebarel


Senin, 07 Mei 2018 / 17:38 WIB
ILUSTRASI. Harga minyak


Reporter: Grace Olivia | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mengawali pekan ini, harga minyak mentah terus mendaki. Pada perdagangan Senin (7/5), harga minyak mentah telah menembus US$ 70 per barel.

Mengutip Bloomberg, Senin pukul 14.50 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) pengiriman Juni 2018 di New York Mercantile Exchange naik 0,93% menjadi US$ 70,37 per barel. Ini level tertinggi sejak Oktober 2014.

Analis Monex Investindo Faisyal menjelaskan, ada dua faktor utama yang mendorong harga minyak terus reli hingga awal pekan ini. Pertama, pasar masih diselimuti kekhawatiran mengenai potensi sanksi terhadap Iran oleh Amerika Serikat (AS). Jumat (12/5) mendatang, merupakan tenggat waktu untuk mengubah kesepakatan sanksi terkait program nuklir Iran.

Kedua, sentimen juga datang dari Venezuela, salah satu negara pengekspor minyak terbesar, yang mengalami  krisis ekonomi semakin parah. "Sejak awal tahun 2000-an, nilai ekspor minyak Venezuela sudah berkurang 50% menjadi hanya 1,5 juta barel per hari," papar Faisyal, Senin (7/5).

Menurut Faisyal, dua sentimen berpotensi mengganggu suplai minyak mentah global sehingga memengaruhi pergerakan harga. Ia memprediksi, penguatan harga minyak masih akan berlanjut sepanjang pekan ini.

Ia menambahkan, harga minyak sejatinya bisa melaju lebih kencang, tetapi pergerakannya agak tertahan. Penguatan harga terhambat sentimen produksi minyak AS yang masih tinggi hingga pekan lalu. "Data dari Baker Hughs menunjukkan adanya kenaikan aktivitas rig, artinya AS masih terus menggenjot produksi," ujar Faisyal.

Pekan lalu, dilaporkan ada sembilan rig yang beroperasi di AS, sehingga total rig yang beroperasi mencapai 834, tertinggi sejak Maret 2015. Data Energy Information Administration juga menunjukkan persediaan minyak mentah di AS pada pekan lalu bertambah 6,2 juta barel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×