kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Reksadana Campuran Berbalik Melemah, Prospek Masih Menarik Tapi Selektif


Minggu, 19 April 2026 / 16:44 WIB
Reksadana Campuran Berbalik Melemah, Prospek Masih Menarik Tapi Selektif
ILUSTRASI. Kinerja reksadana campuran berbalik arah pada Maret 2026, dari semula mencatatkan imbal hasil positif menjadi tertekan. ? (KONTAN/Muradi)


Reporter: Alya Fathinah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja reksadana campuran berbalik arah pada Maret 2026, dari semula mencatatkan imbal hasil positif menjadi tertekan. 

Berdasarkan data Infovesta, imbal hasil reksadana campuran pada Maret 2026 tercatat turun 5,62% secara bulanan. Padahal pada Februari 2026, kinerjanya masih tumbuh 1,44%.

Senior Vice President, Head of Retail, Product Research & Distribution Henan Putihrai Asset Management (HPAM), Reza Fahmi Riawan, menilai prospek reksadana campuran pada kuartal II-2026 masih menarik, tetapi tidak lagi ditopang oleh kenaikan pasar secara menyeluruh.

Baca Juga: Indeks Dolar AS Loyo, Yen Jadi Primadona Valas Safe Haven

Menurutnya, pasar saat ini bergerak tidak seragam sehingga potensi imbal hasil lebih banyak berasal dari strategi rotasi sektor, pengaturan durasi obligasi, serta ketepatan dalam melakukan perpindahan antar aset.

Return ke depan kemungkinan tidak datang dari kenaikan pasar secara menyeluruh (broad market rally), tetapi dari kemampuan membaca momentum antar aset,” ujar Reza kepada Kontan, Jumat (17/4/2026).

Dalam kondisi tersebut, ia melihat reksadana campuran tetap berpeluang memberikan imbal hasil yang kompetitif secara risk-adjusted, terutama bagi investor yang menginginkan pertumbuhan dengan tingkat volatilitas yang lebih terukur.

Sejalan dengan itu, CEO Pinnacle Investment, Guntur Putra, menargetkan kinerja reksadana Pinnacle Winner Balanced Fund tetap kompetitif dan mampu mengungguli tolok ukur (benchmark) dalam jangka menengah.

Baca Juga: Reksadana Campuran Berbalik Melemah, Ini Strategi Manajer Investasi

Ia mengatakan, target tersebut didasarkan pada kombinasi outlook makroekonomi, valuasi pasar, serta potensi pertumbuhan laba emiten dalam portofolio.

“Kami berfokus pada penciptaan imbal hasil optimal secara risk-adjusted melalui strategi yang konsisten dan terukur,” kata Guntur.

Di sisi lain, Deputy Chief Investment Officer Sinarmas Asset Management, Triwira Tjandra, menyatakan target kinerja Simas Syariah Berkembang pada periode April hingga kuartal II-2026 adalah memberikan imbal hasil yang kompetitif dibandingkan instrumen pasar uang syariah, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Baca Juga: Pengelola Gerai KFC (FAST) Catat Rugi Rp 366 Miliar pada Tahun 2025

Namun, ia menegaskan bahwa target persentase return tidak bersifat pasti karena tetap dipengaruhi oleh dinamika pasar dan kondisi ekonomi makro yang terus berubah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×