kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Minyak tertahan di bawah US$ 48 sebarel


Selasa, 15 Agustus 2017 / 13:40 WIB


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - Harga minyak dunia tertahan di bawah US$ 48 per barel di tengah antisipasi rilis data pasokan minyak Amerika Serikat (AS). Kuatnya konsumsi minyak di AS selama musim panas disinyalir memberi kontribusi dalam mengurangi suplai yang melimpah.

Mengutip Bloomberg, Selasa (15/8) pukul 12.52 WIB, harga minyak WTI kontrak pengiriman September 2017 di New York Mercantile Exchange turun tipis 0,02% ke level US$ 47,58 per barel dibanding sehari sebelumnya. Pada awal pekan ini, harga minyak jatuh hingga 2,5%, atau penurunan terbesar dalam lima pekan.

Menurut survei Bloomberg, persediaan minyak mentah AS kemungkinan turun 3,6 juta barel per pekan lalu. Data resmi dari Energy Information Administration (EIA) akan dirilis Rabu malam (16/8). Menurut laporan EIA, output tambang minyak shale utama AS diprediksi naik ke rekor tertinggi pada bulan depan.

Harga minyak belum mampu kembali ke atas US$ 50 per barel pada bulan ini, lantaran investor masih menimbang kenaikan pasokan minyak global di tengah upaya OPEC memangkas produksi. Tingkat kepatuhan OPEC pada kesepakatan pembatasan produksi berada di level 87% sepanjang Juli.

"Tes pasar akan terjadi jika penurunan stok minyak AS yang sudah kita lihat terus berlanjut hingga musim panas berakhir, meski dengan tingkat lebih rendah," kata David Lennox, Analis Fat Prophets yang berbasis di Sydney, seperti dikutip Bloomberg, Selasa (15/8). "Saat ini kita melihat keseimbangan antara pemangkasan produksi OPEC dan kenaikan output AS," imbuhnya.

Berdasarkan EIA, cadangan minyak AS telah turun lebih dari 33 juta barel sejak akhir juni. Produksi tambang shale diprediksi naik menjadi 6,5 juta barel per hari bulan depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×