kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   19.000   0,72%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Minyak masih nangkring pada level US$50 sebarel


Selasa, 25 Oktober 2016 / 21:35 WIB


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

NEW YORK. Minyak berada pada level US$50 per barel seiring langkah Sekretaris Jenderal OPEC yang berencana ke Baghdad, Irak membicarakan penyelesaian perselisihan soal output. Di mana sebelumnya Irak menegaskan permintaan untuk tidak ambil bagian dari rencana pengurangan output.

Mengacu Bloomberg, Selasa (25/10), minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember berada di level US$ 50,51 per barel di New York Mercantile Exchange, turun 1 sen pada pukul 08:42 pagi waktu setempat. Harga minyak WTI turun 33 sen menjadi ditutup di level US$ 50,52 pada hari Senin.

Minyak Brent untuk pengiriman Desember melemah 13 sen menjadi US$ 51,33 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Minyak mentah acuan global merosot 32 sen ke level US$ 51,46 pada hari Senin.

Mohammed Barkindo akan bertemu dengan perdana menteri dan menteri perminyakan Irak, menurut orang-orang yang mengetahui masalah tersebut, setelah Organisasi produsen terbesar kedua OPEC mengatakan pada hari Minggu tidak ambil bagian pengurangan output dipicu konflik dengan militan Islam.

Di sisi lain, mengacu survei Bloomberg sebelum rilis data pemerintah pada Rabu (26/10) besok, menyebutkan stok minyak AS meningkat pada pekan lalu.

Harga minyak berfluktuasi di level US$ 50 per barel di tengah ketidakpastian tentang apakah OPEC dapat menerapkan kesepakatan untuk mengurangi output.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×