kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Minyak masih nangkring pada level US$50 sebarel


Selasa, 25 Oktober 2016 / 21:35 WIB


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

NEW YORK. Minyak berada pada level US$50 per barel seiring langkah Sekretaris Jenderal OPEC yang berencana ke Baghdad, Irak membicarakan penyelesaian perselisihan soal output. Di mana sebelumnya Irak menegaskan permintaan untuk tidak ambil bagian dari rencana pengurangan output.

Mengacu Bloomberg, Selasa (25/10), minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember berada di level US$ 50,51 per barel di New York Mercantile Exchange, turun 1 sen pada pukul 08:42 pagi waktu setempat. Harga minyak WTI turun 33 sen menjadi ditutup di level US$ 50,52 pada hari Senin.

Minyak Brent untuk pengiriman Desember melemah 13 sen menjadi US$ 51,33 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Minyak mentah acuan global merosot 32 sen ke level US$ 51,46 pada hari Senin.

Mohammed Barkindo akan bertemu dengan perdana menteri dan menteri perminyakan Irak, menurut orang-orang yang mengetahui masalah tersebut, setelah Organisasi produsen terbesar kedua OPEC mengatakan pada hari Minggu tidak ambil bagian pengurangan output dipicu konflik dengan militan Islam.

Di sisi lain, mengacu survei Bloomberg sebelum rilis data pemerintah pada Rabu (26/10) besok, menyebutkan stok minyak AS meningkat pada pekan lalu.

Harga minyak berfluktuasi di level US$ 50 per barel di tengah ketidakpastian tentang apakah OPEC dapat menerapkan kesepakatan untuk mengurangi output.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×