kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45736,73   34,31   4.88%
  • EMAS931.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Minyak dunia melorot ke level terendah 7 pekan, tersengat kecemasan virus Corona


Kamis, 23 Januari 2020 / 15:22 WIB
Minyak dunia melorot ke level terendah 7 pekan, tersengat kecemasan virus Corona
ILUSTRASI. FILE PHOTO: A general view shows Mexican state oil firm Pemex's Cadereyta refinery, in Cadereyta, Mexico October 5, 2019. Picture taken October 5, 2019. REUTERS/Daniel Becerril/File Photo

Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak dunia turun ke level terendah dalam tujuh pekan pada perdagangan Kamis (23/1). Meluncur lebih dari 1% di tengah kekhawatiran penyebaran virus baru Corona dari China yang bisa berimbas pada permintaan bahan bakar.

Melansir Bloomberg, pukul 15.10 WIB, minyak West Texas intermediate (WTI) pengiriman Maret 2020 ke US$ 55,85 per barel atau turun 1,57%. Setelah sebelumnya jatuh ke level terendah sejak 3 Desember.

Baca Juga: Harga minyak terpapar virus corona, WTI ke US$ 55,65 per barel dan Brent US$ 62,15

Minyak Brent pengiriman Maret 2020 ke US$ 62,41 per barel atau turun 1,28%. Sebelumnya turun ke level terendah sejak 4 Desember

Virus baru corona telah membunuh 17 orang melalui penyakit pernapasan sejak muncul akhir tahun lalu di Wuhan, sebuah kota dengan 11 juta orang di China tengah.

Hampir 600 kasus telah dikonfirmasi, dengan kasus yang terdeteksi hingga Amerika Serikat (AS) dan pemerintah kota telah menutup jaringan transportasi, mendesak warga untuk tidak pergi untuk mencegah penyebaran penyakit menular ini.

Potensi pandemi telah membangkitkan ingatan akan kasus epidemi Sindrom Pernafasan Akut Mendadak (SARS) pada tahun 2002-2003, yang juga dimulai di China.

Baca Juga: Harga minyak melorot, dibayangi kenaikan pasokan AS dan ancaman virus corona

"Risiko permintaan yang menurun akibat virus Wuhan tampaknya menjadi kekhawatiran yang semakin besar bagi pasar, dan dapat dipahami demikian, dengan segala tindakan keras terhadap perjalanan cenderung membebani permintaan bahan bakar," kata ING Research dilansir dari Reuters.

Maskapai penerbangan luar negeri, bersama dengan operator kereta api dari Hong Kong dan tempat lain juga telah mulai menutup perjalanan ke Wuhan.

"Kami memperkirakan guncangan harga hingga US$ 5 (per barel) jika krisis berkembang menjadi epidemi SARS berdasarkan pada pergerakan historis harga minyak," kata JPM Commodities Research dalam sebuah catatan.




TERBARU

Close [X]
×