kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Harga minyak melorot, dibayangi kenaikan pasokan AS dan ancaman virus corona


Kamis, 23 Januari 2020 / 08:01 WIB
Harga minyak melorot, dibayangi kenaikan pasokan AS dan ancaman virus corona
ILUSTRASI. Harga minyak

Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak kembali terkoreksi pada awal perdagangan Kamis (23/1). Pukul 07.50 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret 2020 di New York Mercantile Exchange ada di US$ 56,04 per barel, turun 1,23% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 56,74 per barel.

Penurunan harga minyak dipicu oleh kenaikan stok minyak mentah Amerika Serikat (AS) dalam pekan terakhir. Mengutip Reuters, data American Petroleum Institute menunjukkan persediaan minyak mentah naik 1,6 juta barel per hari dalam sepekan yang berakhir 17 Januari menjadi 433 juta barel.

Stok minyak mentah di Cushing, Oklahoma turun 429.000 barel.

Baca Juga: Harga minyak WTI anjlok nyaris 3%, apa yang terjadi?

Sementara itu, produksi kilang minyak mentah turun 24.000 barel per hari dan stok bensin naik 4,5 juta barel.

Selain itu, penurunan harga minyak juga didorong oleh perkiraan surplus pasar oleh International Energy Agency (IEA) dan kekhawatiran permintaan di tengah merebaknya virus corona dari China.

"Harga minyak tetap berat karena kekhawatiran kelebihan pasokan dan setelah menteri Energi Saudi tidak menawarkan sedikitpun optimisme bahwa pengurangan produksi OPEC+ akan diperpanjang lebih dari Maret," kata Edward Moya, analis pasar senior OANDA seperti dikutip Reuters.

"Virus corona kemungkinan akan membatasi perjalanan dan dapat menurunkan permintaan minyak mentah selama puncak musim mudik di China."

Baca Juga: Harga minyak terkoreksi, karena pasokan global mengimbangi penghentian produksi Libya

Goldmans Sachs dalam sebuah risetnya menyatakan, jika virus berkembang pesat dan berefek ke pertumbuhan ekonomi dan pariwisata, maka permintaan minyak bisa turun 260.000 barel per hari.




TERBARU

Close [X]
×