kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 17.760   7,00   0,04%
  • IDX 6.592   66,52   1,02%
  • KOMPAS100 865   13,12   1,54%
  • LQ45 655   10,71   1,66%
  • ISSI 230   1,08   0,47%
  • IDX30 366   5,86   1,63%
  • IDXHIDIV20 452   9,14   2,06%
  • IDX80 99   1,55   1,60%
  • IDXV30 125   1,45   1,17%
  • IDXQ30 117   2,14   1,87%

Harga minyak terpapar virus corona, WTI ke US$ 55,65 per barel dan Brent US$ 62,15


Kamis, 23 Januari 2020 / 13:22 WIB
ILUSTRASI. harga minyak dunia


Sumber: Bloomberg | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga minyak mentah tergelincir usai China memutuskan mengisolasi Wuhan terkait wabah virus corona. Hal ini diprediksi membuat permintaan global menipis ditengah banjir pasokan. 

Mengutip Bloomberg, Kamis (23/1) pukul 13.00 WIB, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) kontrak pengiriman Maret 2020 di New York Mercantile Exchange berada di level US$ 55,65 per barel. Atau melemah 1,88% dibanding penutupan hari sebelumnya di US$ 56,74 per barel.

Setali tiga uang, harga minyak jenis Brent pada kontrak pengiriman Maret 2020 di ICE Futures ke US$ 62,15 per barel. Terdepresiasi 1,66% dari penutupan hari sebelumnya yang di US$ 63,21 per barel.

Baca Juga: Harga minyak melorot, dibayangi kenaikan pasokan AS dan ancaman virus corona

Koreksi harga minyak dimulai setelah pejabat China mengumumkan untuk menghentikan transportasi dari dan ke kota Wuhan, yang merupakan pusat dari wabah virus corona. 

Goldman Sachs Group Inc dalam laporannya telah memperingatkan bahwa virus tersebut dapat memukul permintaan minyak. Hitungan Goldman, wabah virus corona dapat mengurangi permintaan minyak global hingga 260.000 barel per hari di tahun ini. 

Di mana mayoritas pengurangan permintaan datang dari penggunaan bahan bakar pesawat. Hitungan tersebut menggunakan panduan saat epidemi SARS melanda di 2003.

"Ketakutan terhadap pandemi virus corona menekan permintaan minyak karena banyak yang melakukan pembatasan perjalanan dan perdagangan," kata Vandana Hari, Pendiri Vanda Insights di Singapura, seperti dikutip Bloomberg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×