kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.085.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.809   26,00   0,15%
  • IDX 8.235   0,22   0,00%
  • KOMPAS100 1.156   -1,44   -0,12%
  • LQ45 834   -3,53   -0,42%
  • ISSI 293   0,28   0,09%
  • IDX30 440   -3,60   -0,81%
  • IDXHIDIV20 527   -6,48   -1,22%
  • IDX80 129   -0,27   -0,21%
  • IDXV30 143   -1,25   -0,87%
  • IDXQ30 141   -1,73   -1,21%

IHSG Berpotensi Tertekan pada Maret 2026, Dibayangi Eskalasi Konflik Iran


Senin, 02 Maret 2026 / 04:55 WIB
IHSG Berpotensi Tertekan pada Maret 2026, Dibayangi Eskalasi Konflik Iran


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi tertekan pada Maret 2026. Rata-rata dalam sembilan tahun terakhir, IHSG melemah 1,97% pada bulan Maret.

Probabilitas IHSG menguat pada Maret hanya 44% selama periode sembilan bulan terakhir. Selama periode tersebut, 2025 menjadi tahun dengan penguatan terbesar di Maret sebesar 3,83%. 

IHSG ditutup stagnan di level 8.235,48 pada akhir perdagangan Februari yakni pada Jumat (27/2/2026). Sepanjang 2026 berjalan ini, IHSG sudah terkoreksi 4,76% dengan net sell Rp 9,51 triliun. 

Baca Juga: Simak Rekomendasi Saham Indeks Barang Material yang Berpotensi Terus Menguat

Apalagi sentimen global tersebut meningkatkan ketidakpastian di pasar saham. 

Yang terbaru, Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan militer gabungan terhadap ibu kota Iran, Teheran. 

Sebelumnya pasar saham sudah tertekan sentimen negatif dari S&P Global Ratings yang memperingatkan meningkatnya tekanan fiskal Indonesia, khususnya biaya pembayaran utang yang lebih tinggi. 

Head of Research NH Korindo Sekuritas Ezaridho Ibnutama menilai konflik saat ini mendukung peningkatan premi harga emas serta valuasi saham perusahaan minyak. 

“Karena jalur logistik minyak dan gas global yang krusial di Selat Hormuz berada di bawah kendali pemerintahan Ayatollah, tarif VLCC (Very Large Crude Carrier) akan terus mengalami tren kenaikan tajam,” jelasnya, Sabtu (28/2/2026). 

Pengamat Pasar Modal & Co-Founder Pasar Dana Hans Kwee menambahkan, serangan tersebut akan menjadi tema utama pasar di awal pekan perdagangan Maret 2026. 

Dia menilai wafatnya Pimpinan tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dapat meningkatkan ketidakpastian dan tidak dapat dipastikan bagaimana akhir konflik ini. 

Baca Juga: Cermati Rekomendasi Saham Sektor Telekomunikasi Jelang Lebaran 2026

“Kenaikan harga minyak tidak menguntungkan bagi negara net importir minyak seperti Indonesia,” jelas Hans kepada Kontan, Minggu (1/3/2026).

Nafan Aji Gusta, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas menambahkan ketegangan geopolitik juga memicu arus modal keluar dari pasar negara berkembang ke aset safe haven seperti emas. 

“IHSG berpotensi mengalami koreksi wajar dan bearish consolidation, namun investor dapat mencermati saham berbasis energi serta logam dasar,” tuturnya. 

Dia memproyeksikan IHSG akan bergerak pada kisaran 7.712 hingga 8.528 di Maret 2026. 

Dia menyarankan agar investor fokus pada emiten dengan fundamental solid dan valuasi menarik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Procurement Strategies for Competitive Advantage (PSCA) AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×