kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 18.035   -53,00   -0,29%
  • IDX 6.076   34,52   0,57%
  • KOMPAS100 799   9,02   1,14%
  • LQ45 607   6,78   1,13%
  • ISSI 210   0,21   0,10%
  • IDX30 342   3,30   0,98%
  • IDXHIDIV20 426   3,51   0,83%
  • IDX80 91   1,06   1,17%
  • IDXV30 117   1,23   1,07%
  • IDXQ30 110   1,00   0,92%

Minta Restu Pemegang Saham, TBIG Perluas Usaha ke Layanan Network Access Point


Kamis, 16 Juli 2026 / 12:49 WIB
Minta Restu Pemegang Saham, TBIG Perluas Usaha ke Layanan Network Access Point
ILUSTRASI. Tower Bersama Infrastructure (TBIG) berencana menambah kegiatan usaha baru dengan masuk ke bisnis Aktivitas Jasa Gerbang Akses Internet (NAP) (Dok/TBIG)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) berencana menambah kegiatan usaha baru melalui anak usahanya, PT Tower Bersama (TB), dengan masuk ke bisnis Aktivitas Jasa Gerbang Akses Internet alias Network Access Point (NAP).

Untuk bisa merambah ke lini bisnis tersebut, TBIG akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Agustus 2026.

Dalam keterbukaan informasi yang dirilis pada Kamis (16/7/2026), Manajemen TBIG menjelaskan penambahan kegiatan usaha tersebut merupakan bagian dari KBLI 61107 tentang Aktivitas Jasa Gerbang Akses Internet.

Baca Juga: Bukalapak.com (BUKA) Habiskan Seluruh Dana IPO Senilai Rp 21,33 Triliun

“Langkah ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan pelanggan terhadap layanan konektivitas dan infrastruktur jaringan internet,” tulis Manajemen TBIG dalam keterbukaan informasi. 

Nantinya, TBIG bakal menyediakan layanan NAP yang berfungsi sebagai penghubung jaringan internet distribusi lokal dengan jaringan backbone internet internasional. Ini ditujukan bagi internet service provider (ISP), korporasi, serta institusi dengan skema bisnis business-to-business (B2B).

Manajemen TBIG menyebut pengembangan bisnis NAP akan memanfaatkan aset yang telah dimiliki grup, seperti jaringan serat optik sepanjang lebih dari 60.000 kilometer, kepemilikan menara telekomunikasi, data center, serta basis pelanggan ISP yang telah ada.

Dus, ekspansi tersebut tidak memerlukan pembentukan entitas baru maupun investasi yang besar dibandingkan perusahaan yang belum memiliki infrastruktur telekomunikasi. 

Berdasarkan studi kelayakan yang disusun Kantor Jasa Penilai Publik Martokoesoemo, Pakpahan & Rekan, kebutuhan investasi awal untuk bisnis NAP diperkirakan sekitar Rp 47,4 miliar.

 

“Dana tersebut akan digunakan untuk pembelian perangkat, kontrak sewa kapasitas Indefeasible Right of Use (IRU), serta biaya konsultasi. Pengadaan seluruhnya berasal dari kas internal,” tulis Manajemen TBIG. 

Dalam proyeksi keuangan periode 2026–2041, proyek tersebut menghasilkan internal rate of return (IRR) sebesar 18,65%, net present value (NPV) positif Rp 37,83 miliar, profitability index sebesar 1,86 kali, serta payback period kurang dari tujuh tahun empat bulan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×