kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.790.000   -15.000   -0,53%
  • USD/IDR 16.910   -47,00   -0,28%
  • IDX 9.055   44,21   0,49%
  • KOMPAS100 1.249   11,66   0,94%
  • LQ45 882   10,76   1,23%
  • ISSI 332   2,64   0,80%
  • IDX30 451   4,88   1,10%
  • IDXHIDIV20 529   7,22   1,38%
  • IDX80 139   1,45   1,06%
  • IDXV30 147   2,60   1,80%
  • IDXQ30 144   1,70   1,19%

MI kian agresif luncurkan reksadana terproteksi


Jumat, 04 November 2011 / 14:37 WIB
MI kian agresif luncurkan reksadana terproteksi
ILUSTRASI. Bakrie & Brothers (BNBR) optimistis kinerja bakal membaik di kuartal IV tahun ini.


Reporter: Wahyu Satriani Ari Wulan | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Perusahaan manajer investasi semakin agresif menerbitkan reksadana terproteksi. November 2011 ini, PT BNI Asset Management akan meluncurkan dua reksadana baru. Kedua produk tersebut memiliki aset dasar obligasi. Anak perusahaan PT BNI Securities tersebut menargetkan kedua reksadana terproteksi baru tersebut dapat memberikan return 8% hingga 10%.

"Tetapi kemungkinan justru semakin rendah dari itu karena BI Rate diprediksi turun," ujar Direktur Utama PT BNI Asset Management Idhamshah Runizam kepada KONTAN, Jakarta, hari ini (4/11).

Idham optimistis, produk reksadana terproteksi tersebut akan menarik minat investor. Sepanjang tahun ini, pihaknya menargetkan kedua produk tersebut bisa menggaet dana kelolaan total Rp 600 miliar. Sebelumnya, perusahaan juga merilis dua reksadana terproteksi pada akhir Oktober lalu. Kedua produk tersebut memberikan indikasi imbal hasil 7% hingga 7,3%. Dalam waktu singkat, total dana kelolaan kedua produk tersebut kini telah mencapai Rp 750 miliar.

PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI) juga akan meluncurkan dua reksadana terproteksi, yaitu reksadana terproteksi Mandiri Protected Smart Seri 2 (SMART 2) dan reksadana terproteksi Mandiri Protected Smart Seri 3 (SMART 3).

Kedua produk tersebut berinvestasi minimal 80% di obligasi pemerintah atau korporasi yang memiliki rating min. idA+ dan
sisanya maksimal 20% di instrumen pasar uang atau kas.

"SMART 2 akan memberikan imbal hasil 8% dan SMART 3 dengan indikasi imbal hasil 8,2%," kata Direktur Mandiri Investasi Andreas M. Gunawidjaja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×