kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Meski yen menguat, penjualan HEXA terangkat pertambangan


Jumat, 21 Januari 2011 / 08:59 WIB
Meski yen menguat, penjualan HEXA terangkat pertambangan


Reporter: Adisti Dini Indreswari, KONTAN | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Nilai tukar yen terhadap dollar Amerika Serikat (AS) yang terus menguat menjadi alasan PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) menaikkan harga jual alat beratnya. HEXA juga berencana menekan margin per unit alat berat tahun ini. Maklum, sebagian besar alat berat yang dijual HEXA berasal dari Jepang.

Imbasnya, HEXA memikul beban harga beli yang naik. "Margin per unit pasti berkurang. Kami akan menaikkan harga alat berat merek Hitachi 5%-10%," kata Sekretaris Perusahaan HEXA Heri Akhyar, Rabu (19/1). Selain Hitachi, HEXA juga menjual alat berat merek John Deere, Rotobec Grapples dan Waratah.

Heri mengatakan, pengaruh penguatan yen terhadap laba korporasi secara keseluruhan tidak ada. "Malah laba meningkat akibat permintaan yang tinggi," kata dia.
Selain penguatan nilai tukar yen, HEXA juga harus berhadapan dengan kenaikan harga baja. Sebagai contoh, margin untuk unit excavator diturunkan 10%. Namun, rata-rata margin yang dipatok HEXA tetap 10%-12%.

Setelah menurunkan margin keuntungan, Heri optimistis HEXA bisa menjual sebanyak 2.300 unit alat berat pada setahun yang periodenya April 2010-Maret 2011.
Dalam proyeksi manajemen HEXA, penjualan selama periode tersebut bisa mencapai US$ 500 juta atau setara dengan Rp 4,5 triliun. Angka itu naik 47,06% dibanding perolehan pada periode yang sama tahun 2009.

Sejak April-Desember 2010 penjualan HEXA telah melampaui US$ 300 juta atau setara Rp 2,7 triliun. "Tiga bulan ke depan penjualan akan meningkat tajam. Klien sudah pesan dari jauh-jauh hari, tinggal kami antar," tutur Heri. Selama tiga bulan ke depan, pendapatan HEXA bisa mencapai Rp 1,8 triliun.

Selama sembilan bulan pertama periode April 2010-Maret 2011, HEXA telah menjual 1.600 unit alat berat, atau rata-rata 177 unit per bulan. Bandingkan dengan rata-rata penjualan HEXA untuk tahun buku sebelumnya, yaitu 50 unit per bulan. Pemicu kenaikan penjualan adalah permintaan dari industri tambang.

Heri bilang, laba HEXA bisa naik menjadi US$ 40 juta. Pada periode April 2009-Maret 2010, HEXA mencatatkan laba senilai US$ 34 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×