kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.716   73,19   1,30%
  • KOMPAS100 738   10,40   1,43%
  • LQ45 559   6,09   1,10%
  • ISSI 199   2,35   1,19%
  • IDX30 317   2,72   0,87%
  • IDXHIDIV20 390   0,52   0,13%
  • IDX80 84   1,04   1,26%
  • IDXV30 106   -0,24   -0,23%
  • IDXQ30 102   0,48   0,47%

Meski prospektif, obligasi bank hadapi tantangan


Rabu, 12 Juli 2017 / 19:45 WIB


Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Pentingnya sektor perbankan dalam pertumbuhan ekonomi nasional membuat obligasi yang dikeluarkan perbankan pada tahun ini masih lebih menarik dibandingkan obligasi yang dikeluarkan korporasi sektor lain.

Analis Fixed Income MNC Securities I Made Adi Saputra mengatakan, kini sektor yang banyak diincar investor adalah infrastruktur. "Investor masih memenuhi portofolio wajib mereka di obligasi infrastruktur dan Surat Berharga Negara," kata Made. Namun, investor juga masih melihat obligasi perbankan karena sektor ini penting untuk pertumbuhan ekonomi.

Meski demikian, Made menyebut, tantangan yang mungkin muncul dan mempengaruhi obligasi yang dikeluarkan perbankan adalah masih lambatnya pertumbuhan kredit, dan kenaikan kredit bermasalah alias non performing loan (NPL).

Meski begitu, Made masih optimistis, obligasi perbankan masih menjadi incaran investor. Jika melihat dari sisi rating yang didapat obligasi perbankan, cost of fund akan lebih kecil.

"Perbankan memiliki keuntungan dari sisi pricing dibandingkan dengan sektor lain, karena bank dapat pendanaan lain dari dana pihak ketiga (DPK) dan harus menyalurkan kembali dana tersebut dalam bentuk kredit, hal ini tidak bisa dilakukan sektor lain," kata Made.

Itu sebabnya, prospek obligasi perbankan diprediksi positif. Komposisi cost of fund bank yang melakukan penerbitan obligasi bisa lebih rendah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×