kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.122.000   -13.000   -0,41%
  • USD/IDR 16.902   8,00   0,05%
  • IDX 7.940   -77,07   -0,96%
  • KOMPAS100 1.111   -13,95   -1,24%
  • LQ45 806   -6,90   -0,85%
  • ISSI 283   -3,09   -1,08%
  • IDX30 427   -2,07   -0,48%
  • IDXHIDIV20 519   1,40   0,27%
  • IDX80 125   -1,34   -1,06%
  • IDXV30 141   0,27   0,19%
  • IDXQ30 137   -0,41   -0,30%

Meski Pendapatan Turun, Jasa Marga (JSMR) Jaga Laba Inti Stabil


Selasa, 03 Maret 2026 / 15:43 WIB
Meski Pendapatan Turun, Jasa Marga (JSMR) Jaga Laba Inti Stabil


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTANs.CO.ID - JAKARTA. PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mencatat raihan laba inti alias core profit stabil di tengah penurunan pendapatan sepanjang 2025.

JSMR mencatatkan pendapatan total Rp 29,89 triliun sepanjang 2025. Ini turun 5,87% secara tahunan alias year on year (YoY) dari Rp 31,75 triliun di 2024.

Secara rinci, segmen pendapatan tol menyumbang Rp 18,15 triliun ke pendapatan tahun 2025, naik 5,4% dari Rp 17,22 triliun di tahun sebelumnya.

Baca Juga: Blokade Selat Hormuz Bikin 20% Pasokan Global Terancam, Harga Minyak Tetap Tinggi

Lalu, segmen pendapatan konstruksi berkontribusi Rp 10,07 triliun di 2025, turun 22,59% YoY. Sementara, segmen pendapatan usaha lainnya tercatat Rp 1,65 triliun, naik 9,66% YoY.

Selaras dengan hal tersebut, EBITDA JSMR tercatat meningkat dibandingkan periode sebelumnya menjadi sebesar Rp13,3 triliun. 

Jasa Marga juga membukukan EBITDA Margin sebesar 67,0%. Alhasil, core profit perseroan tercatat stabil sebesar Rp3,7 triliun.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengungkapkan, stabilitas core profit tersebut tidak terlepas dari pertumbuhan pendapatan usaha dan EBITDA, serta keberhasilan perseroan dalam menurunkan beban keuangan secara konsolidasi sebesar 10,5% year on year (yoy).

“Penurunan beban keuangan secara konsolidasi sebagai dampak positif dari aksi korporasi equity financing di PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) yang dilakukan pada Kuartal IV Tahun 2024,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Kontan, Selasa (3/3/2026).

Pada tahun 2024, JSMR menggandeng mitra strategis melalui aksi korporasi equity financing PT JTT, yang mana perseroan tetap menjadi pengendali utama dengan kepemilikan saham sebesar 65%. 

Baca Juga: OJK: Pembentukan Satgas Reformasi Integritas Pasar Modal Tunggu SKB

Strategi ini mampu memperkuat kapasitas keuangan dan meningkatkan fleksibilitas pendanaan perseroan.

“Yang bertumbuh secara konsisten adalah pendapatan tol, pendapatan usaha lain, serta EBITDA. Hal ini menunjukkan fundamental bisnis Perseroan tetap stabil dan resilien,” ungkapnya.

Efek positif dari langkah tersebut tercermin pada perbaikan rasio solvabilitas di tahun 2025, yang ditunjukkan dengan peningkatan Interest Coverage Ratio (ICR) menjadi 3,7x. 

Di sisi lain, rasio Interest Bearing Debt to Total Equity (DER) terjaga pada level yang sangat sehat, yakni 1,2x. 

“Hal ini mencerminkan kemampuan JSMR dalam menjaga rasio covenant di tengah kebutuhan ekspansi bisnis dan pengoperasian ruas tol baru,” tuturnya.

Melansir laporan keuangan, laba bruto JSMR tercatat Rp 11,78 triliun di 2025, masih naik 4,2% YoY dari Rp 11,3 triliun di 2024.

Baca Juga: 5 Program Loyalitas Crypto: Binance VIP, Pintu VIP, Pluang Plus, Bybit, Bitget

Sayangnya, kinerja JSMR tahun ini terpantau tertekan kenaikan sejumlah pos pajak. Pos manfaat pajak penghasilan kini tercatat Rp 1,13 triliun dan pos manfaat pajak penghasilan tangguhan Rp 410,83 miliar. Total manfaat pajak penghasilan sebesar Rp 1,54 triliun.

Selain itu, ada rugi yang belum direalisasikan dari aset keuangan lainnya pada nilai wajar sebesar Rp 15,64 miliar.

Alhasil, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih menjadi Rp 3,65 triliun di 2025, turun 19,26% YoY dari Rp 4,53 triliun di 2024.

Lebih lanjut, JSMR masih memegang posisi market leader di industri jalan tol dengan total panjang jalan tol yang telah beroperasi sepanjang 1.294 KM dari total konsesi sepanjang 1.736 KM yang dikelola oleh perseroan. Jumlah tersebut merepresentasikan 42% dari total jalan tol beroperasi di seluruh Indonesia. 

Dari sisi operasional, Jasa Marga mencatatkan pertumbuhan total volume transaksi di jalan tol sebesar 0,35% yoy atau mencapai 1,3 miliar kendaraan pada 2025, dengan lalu lintas harian rata-rata (LHR) mencapai 3,58 juta kendaraan.

 

Sepanjang tahun 2025, JSMR juga melanjutkan pembangunan sejumlah ruas jalan tol dalam tahap konstruksi dan pembebasan lahan. 

Yaitu, Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi, Jalan Tol Yogyakarta-Bawen, Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo, Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, dan Jalan Tol Akses Patimban.

“Perseroan optimistis terus mempertahankan posisi market leader di industri jalan tol nasional,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×