kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Meski minim sentimen, poundsterling tampak kokoh


Rabu, 01 Februari 2017 / 19:19 WIB


Reporter: Namira Daufina | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Poundsterling yang minim dukungan fundamental berhasil mencuri kesempatan untuk mengungguli the greenback yang tengah bersiap menanti rilis pertemuan FOMC.

Mengutip Bloomberg, Rabu (1/2) pukul 17.42 WIB pasangan GBP/USD unggul 0,37% ke level 1,2625 dibanding hari sebelumnya.

Faisyal, Research and Analyst PT Monex Investindo Futures menilai, penguatan GBP/USD terjadi setelah koreksi yang cukup panjang beberapa waktu terakhir. Karena sebenarnya poundsterling minim dukungan data ekonomi setelah data manufaktur PMI Inggris Januari 2017 merosot dari 56,1 menjadi 55,9 dan melanjutkan performa ekonomi Inggris yang buruk.

“Lagipula pasar melakukan bargain hunting sembari mengantisipasi suku bunga dan pemaparan Bank of England pada Kamis (2/2),” duga Faisyal.

Hal ini yang nantinya akan turut membedakan pergerakan GBP/USD di perdagangan Kamis (2/2). Proyeksinya BoE masih akan mempertahankan suku bunga di 0,25% dan belum akan ada perubahan kebijakan moneter maka GBP bisa jaga keunggulan.

Namun jika ternyata suku bunga dipangkas atau terselip pernyataan dovish, maka poundsterling bisa melemah lagi.

Hanya saja pasar juga akan mempertimbangkan katalis dari FOMC AS. “Tarik menarik sentimen, namun dominasi katalis dari AS akan lebih besar sehingga kita lihat hasil FOMC,” jabar Faisyal. Sehingga kans GBP/USD melemah lagi masih bisa terjadi.

Keadaan baru akan berubah jika FOMC ternyata negatif atau BoE melayangkan pernyataan positif mengenai prospek ekonominya ke depan. “Ditambah lagi kan hasil konsolidasi parlemen dan Perdana Menteri Theresa May perkara Brexit berujung positif, sehingga ini cukup menjadi alasan GBP pertahankan rebound sementaranya,” ujar Faisyal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×