kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Meski IHSG hijau, ternyata lebih banyak saham turun harga (8/11)


Senin, 11 November 2019 / 06:36 WIB
ILUSTRASI. Indeks Sektoral di Bursa Efek Indonesia (8/11)


Reporter: Hasbi Maulana, Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Hasbi Maulana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pada akhir sesi perdagangan, Jumat (8/11) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik lumayan tinggi. Sempat melemah pada awal perdagangan, IHSG berangsur naik lagi.

Ketika Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup hari perdagangan, IHSG berada di angka indeks 6.177,99. Itu berarti dalam sehari indeks utama di bursa saham Indonesia ini naik sebesar 0,20%.

Baca Juga: Masih Ada Potensi Window Dressing, IHSG Bisa Menuju 6.500 di Akhir Tahun premium

Kenaikan IHSG itu ternyata sejalan dengan cuaca cerah indeks sektoral, menjelang akhir pekan lalu.

Dari 10 indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia, delapan di antaranya positif:

  1. Konstruksi (1,25%),
  2. Barang Konsumsi (0,83%),
  3. Tambang (0,44%),
  4. Pertanian (0,23%),
  5. Perdagangan (0,17%),
  6. Manufaktur (0,13%),
  7. Keuangan (0,08%),
  8. Infrastruktur (0,07%).

Adapun dua indeks sektoral yang negatif alias turun adalah:

  1. Aneka Industri (-0,98%)
  2. Industri Dasar (-0,45%).

Tampak bahwa penurunan terdalam perdagangan ini menimpa indeks sektor Aneka Industri. Adapun kenaikan paling tinggi dialami indeks sektor Konstruksi.

Total volume transaksi bursa Jumat lalu mencapai 9,23 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 8,16 triliun.

Meski IHSG naik dan indeks sektoral dominan hijau, sesungguhnya lebih banyak saham yang turun harga pada Jumat lalu. 




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×