Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) mencatatkan penurunan kinerja sepanjang tahun 2025.
WEGE mengantongi pendapatan sebesar Rp 1,62 triliun sepanjang tahun 2025. Ini terkoreksi 55,80% dari Rp 3,67 triliun di tahun 2024.
Segmen jasa konstruksi menyumbang mayoritas ke pendapatan tahun lalu, yaitu sebesar Rp 1,52 triliun. Lalu, segmen konsesi berkontribusi Rp 59,6 miliar, segmen properti Rp 40,11 miliar, dan segmen industri Rp 3,04 miliar.
Beban pokok pendapatan ikut turun ke Rp 1,47 triliun di 2025 dari sebelumnya Rp 3,36 triliun di tahun 2024.
Baca Juga: Strategi Indodax Perkuat Kinerja Bisnis Lewat Edukasi dan Ekspansi Layanan
Laba bruto menjadi Rp 145,41 miliar sepanjang tahun lalu, turun 52,7% secara tahun alias year on year (YoY) dari Rp 307,5 miliar.
Sejumlah pos beban WEGE terpantau naik sepanjang 2025. Beban usaha naik dari Rp 114,42 miliar di 2024 menjadi Rp 187,45 miliar di tahun lalu.
Kemudian, beban lainnya naik menjadi Rp 558,42 miliar di 2025 dari Rp 230,44 miliar di tahun sebelumnya. Selain itu, WEGE mengalami rugi entitas asosiasi Rp 18,23 miliar dan rugi ventura bersama Rp 112,93 miliar.
WEGE pun membukukan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias rugi bersih Rp 630,36 miliar sepanjang 2025. Ini berbanding terbalik dari laba bersih Rp 67,88 miliar di 2024.
Hadian Pramudita, Direktur Utama WEGE mengatakan, rugi di tahun 2025 merupakan hasil dari langkah proaktif perseroan dalam menerapkan prinsip akuntansi konservatif. Langkah ini diwujudkan melalui pengakuan penurunan nilai aset keuangan serta penyisihan pekerjaan dalam proses sebagai bagian dari strategi balance sheet cleaning.
WEGE juga melakukan strategi deleveraging yang tercermin dalam gearing ratio yang membaik dari 0,07x pada tahun 2025 dari sebelumnya 0,18x pada tahun 2024 dan debt to equity ratio (DER) yang terjaga sebesar 1,05x.
Menurut Hadian, kebijakan tersebut diambil secara sadar untuk memastikan bahwa laporan keuangan WEGE mencerminkan nilai aset yang riil dan transparan.
Baca Juga: Laba Bersih Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) Tembus Rp 1,16 Triliun pada 2025
“Melalui optimalisasi instrumen keuangan dan penataan akun historis ini, harapan kami neraca tahun 2026 sudah mencerminkan kondisi yang jauh lebih sehat dan kredibel,” katanya dalam siaran pers, Selasa (31/3/2026).
Dengan kinerja tersebut, WEGE mencatatkan rugi per saham Rp 65,86 di 2025, berbanding terbalik dari laba per saham Rp 7,09 di 2024.
Per 31 Desember 2025, WEGE punya jumlah aset Rp 4,04 triliun. Ini turun dari Rp 5,72 triliun per 31 Desember 2024.
Jumlah liabilitas perseroan sebesar Rp 2,07 triliun di akhir Desember 2025, turun dari Rp 3,12 triliun di akhir Desember 2024. Sementara, jumlah ekuitas tercatat Rp 1,97 triliun per akhir 2025, turun dari Rp 2,60 triliun di akhir tahun 2024.
WEGE memiliki kas dan setara kas akhir tahun sebesar Rp 391,12 miliar di akhir Desember 2025, turun dari Rp 1,03 triliun di periode sama tahun lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













