kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Menunggu hasil stress test, Wall Street melorot


Kamis, 15 Maret 2012 / 06:23 WIB
ILUSTRASI. Doni Monardo donor plasma konvalesen di kantor PMI Jakarta.


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

NEW YORK. Setelah mencatatkan rei selama lima hari, tadi malam, indeks Standard & Poor's ditutup memerah. Pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Standard & Poor's 500 turun 0,1% menjadi 1.394,28. Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,1% menjadi 13.194,10.

Sejumlah saham yang pergerakannya turut mempengaruhi bursa AS antara lain Citigroup Inc dan MetLife Inc yang turun lebih dari 3,3%. Sedangkan Bank of America Corp dan Zions Bancorporation naik setidaknya 4,1%.

Rupanya, pergerakan naik turun indeks seiring langkah wait and see investor terhadap hasil stress test perbankan. "Ini merupakan isu mengenai tingkat kepercayaan. Sedikit demi sedikit, segala sesuatu kian membaik. Anda memiliki simbol pengumumuman dalam jangka pendek seperti hasil stress test The Fed. Jangka panjang, pasar saham akan bergerak lebih tinggi. Pertanyaannya adalah siapa yang siap bertransaksi di jangka pendek dan siapa yang siap di jangka panjang," urai Robert Zagunis, manager Jensen Investment Management Inc.

Sekadar informasi, sebelumnya, the Fed bilang bahwa 15 dari 19 perbankan akan mampi mempertahankan modal kerjanya di atas ketentuan minimum bank sentral meskipun dalam skenario ekonomi terburuk, melakukan pembayaran dividen, serta membeli kembali saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×