kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.080   20,00   0,11%
  • IDX 5.388   59,54   1,12%
  • KOMPAS100 697   10,48   1,53%
  • LQ45 545   8,81   1,64%
  • ISSI 183   1,92   1,06%
  • IDX30 305   4,36   1,45%
  • IDXHIDIV20 400   6,31   1,60%
  • IDX80 80   1,24   1,57%
  • IDXV30 111   1,31   1,20%
  • IDXQ30 101   1,89   1,91%

Menilik Prospek Emiten BUMN Karya Jelang Merger dan Rekomendasi Analis


Rabu, 14 Januari 2026 / 17:58 WIB
Menilik Prospek Emiten BUMN Karya Jelang Merger dan Rekomendasi Analis
ILUSTRASI. Aktivitas proyek pembangunan konstruksi gedung (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Noverius Laoli

Kunci keberhasilan dari aksi merger ada pada eksekusi restrukturisasi utang, perbaikan tata kelola, dan efisiensi operasional. 

Dalam konteks ini, peran Danantara sangat krusial sebagai penopang pendanaan dan penghubung proses penataan ulang utang, sekaligus meningkatkan kredibilitas di mata pasar. 

“Tanpa dukungan Danantara, hasil merger berisiko kurang berdampak nyata,” ujarnya kepada Kontan, Rabu.

Pada tahun 2026, kinerja emiten BUMN Karya berpeluang lebih baik dari tahun 2025, ditopang kelanjutan proyek strategis, potensi pemulihan belanja infrastruktur, serta raihan nilai kontrak baru. 

Baca Juga: Prospek Kinerja Emiten BUMN Karya Masih Suram

Namun, tekanan belum hilang karena beban utang, margin tipis, risiko arus kas, dan potensi dilusi lanjutan. “Kontrak baru hanya menjadi katalis jika berkualitas dan didukung skema pembayaran yang jelas,” katanya.

David melihat, saham PT PP Tbk (PTPP) dinilai paling defensif di antara emiten BUMN Karya lainnya, karena pipeline proyek dan manajemen kas relatif lebih baik, dengan target harga indikatif Rp 450 – Rp 550 per saham. 

Saham ADHI dinilai masih bersifat spekulatif dengan potensi jika proyek dan restrukturisasi berjalan lancar. “Sementara WIKA dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) berisiko tinggi dan masih suspensi, sehingga pasar cenderung wait and see,” tuturnya.

Baca Juga: Emiten BUMN Karya Dapat Katalis Proyek Baru di IKN, PT PP (PTPP) Bisa Jadi Jawara

Sukarno merekomendasikan buy untuk PTPP dan ADHI dengan target harga 12 bulan masing-masing Rp 450 - Rp 500 per saham dan Rp 300 - Rp 340 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×