kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.800.000   35.000   1,27%
  • USD/IDR 17.668   -8,00   -0,05%
  • IDX 6.095   -223,56   -3,54%
  • KOMPAS100 805   -27,79   -3,34%
  • LQ45 616   -14,28   -2,26%
  • ISSI 214   -11,19   -4,97%
  • IDX30 352   -8,00   -2,22%
  • IDXHIDIV20 439   -9,68   -2,16%
  • IDX80 93   -3,02   -3,15%
  • IDXV30 121   -3,14   -2,53%
  • IDXQ30 115   -2,35   -2,00%

Mengintip nasib IHSG pekan depan, masih bisa lanjutkan penguatan?


Sabtu, 21 Desember 2019 / 08:00 WIB


Reporter: Kenia Intan | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Selama sepekan ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penguatan 1,40%. Adapun selama sepekan ini IHSG dibuka pada level 6.211,59. 

Sementara perdagangan Jumat (20/12), IHSG ditutup di level 6.284,37, menguat 0,55% atau 34,442 poin dari hari sebelumnya. 

Baca Juga: Asing masuk, IHSG rebound 0,55% ke level 6.284,37 di perdagangan, Jumat (20/12)

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Dessy Lapagu melihat penguatan IHSG selama sepekan ini didorong oleh net buy asing yang tinggi, dengan asumsi sudah memasuki periode window dressing

Asal tahu saja, berdasar data RTI business, net buy asing tercatat sebesar Rp 5,89 triliun.

Pekan depan, Dessy memproyeksikan IHSG akan melanjutkan penguatan. Dari sisi global, Dessy melihat efek voting impeachment atau pemakzulan Trump sudah mereda sehingga tidak mempengaruhi pasar domestik secara signifikan. 

Baca Juga: United Tractors (UNTR) kembali revisi target penjualan alat berat tahun ini

Net buy asing, kata Dessy, masih akan lebih mempengaruhi pergerakan IHSG pekan depan. 

"Rentang pergerakan kami perkirakan berada pada range 6.200 hingga 6.350," katanya ketika dihubungi Kontan.co.id, Jumat (20/12). 

Meskipun memiliki potensi menguat, akan tetapi volume perdagangan saham diperkirakan akan tidak besar. Sebab, hari perdagangan yang terpotong libur natal. 

Tidak jauh berbeda, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana juga memprediksi IHSG di pekan depan akan cenderung menguat. Salah satu faktor pendorongnya, dari domestik muncul data penjualan kendaraan roda empat. 

Baca Juga: Tambah modal, Fast Food Indonesia (FAST) bakal rights issue 350 juta saham

"IHSG akan cenderung menguat dengan support pada area 6.210 dan resist pada area 6.350," kata Herditya ketika dihubungi Kontan.co.id, Jumat (20/12). 

Untuk pertumbuhan IHSG sepekan ini, Herditya beranggapan penguatan dikarenakan efek windows dressing dan perkembangan pertemuan fase pertama antara Amerika Serikat dan China yang berakhir positif. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×