kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Mengintip Dampak Tren Pelemahan Rupiah Terhadap Kinerja Emiten


Selasa, 30 Januari 2024 / 05:35 WIB
Mengintip Dampak Tren Pelemahan Rupiah Terhadap Kinerja Emiten
ILUSTRASI. Alat berat atau dump truck membawa batubara di pertambangan PT Adaro Indonesia ditambang Tutupan Tabalong Kalimantan Selatan (19/6). Pho KONTANAchmad Fauzie/19/06/2008


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Tendi Mahadi

Sebagai gambaran, ADRO meraup pendapatan usaha sebesar US$ 4,98 miliar hingga September 2023. Merosot 15,73% dibandingkan pendapatan September 2022 sebesar US$ 5,91 miliar.

Beban usaha ADRO membengkak 43,38% secara tahunan menjadi US$ 332,40 juta. ADRO juga menanggung beban lain-lain senilai US$ 36,70 juta. Hasilnya, laba usaha ADRO merosot 48,88% dari periode sebelumnya US$ 3,15 miliar menjadi US$ 1,61 miliar. 

Hal serupa juga terjadi pada PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Direktur dan Sekretaris Perusahaan Dileep Srivastava mengatakan, 75% dari penjualan Perseroan dan sebagian besar pengeluaran Perusahaan menggunakan dolar AS.

“Bisa dikatakan BUMI itu naturally hedged dan tak terdampak negatif dari sentimen ini,” ujarnya kepada Kontan, Senin (29/1).

Saat ini, BUMI tengah menjalankan proyek-proyek hilirisasi & diversifikasi non-batubara. 

“Secara paralel, BUMI juga meningkatkan efisiensi menyeluruh dalam bisnis batu bara perseroan,” paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×