kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.020   39,00   0,22%
  • IDX 5.916   40,29   0,69%
  • KOMPAS100 770   5,43   0,71%
  • LQ45 584   2,70   0,46%
  • ISSI 205   1,22   0,60%
  • IDX30 331   1,85   0,56%
  • IDXHIDIV20 408   2,21   0,55%
  • IDX80 87   0,50   0,57%
  • IDXV30 110   0,09   0,09%
  • IDXQ30 107   0,43   0,40%

Mengekor Wall Street, mayoritas bursa Asia menguat pada pagi ini (23/3)


Selasa, 23 Maret 2021 / 08:42 WIB
ILUSTRASI. Mayoritas Bursa Asia menguat


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan bursa Asia bervariasi pada perdagangan pagi ini. Selasa (23/3), pukul 08.21 WIB, indeks Nikkei 225 terlihat menguat 0,47% ke 29.310,1. Serupa, indeks Hang Seng juga naik 0,42% ke 29.008,02. 

Berbeda indeks Kospi malah melemah tipis 0,03% ke 3.034,46. Sedangkan indeks ASX 200 naik 0,43% ke 6.781,70. 

Sementara itu, indeks Straits Times melemah tipis 0,03% ke 3.127,14. Dan indeks FTSE Malaysia turun 0,14% ke 1.614,46.

Pergerakan bursa saham di kawasan yang bervariasi dengan kecenderungan menguat ini sebenarnya sejalan dengan kenaikan Wall Street pada penutupan Senin (22/3).

Tiga indeks utama Amerika Serikat (AS) ditutup menguat karena yield US Treasury turun, mengurangi kekhawatiran tentang inflasi meski investor masih mencermati meningkatnya kasus Covid-19 di Eropa. 

Baca Juga: Wall Street perkasa, indeks Nasdaq melesat 1,23% berkat rebound saham teknologi

Pada sesi sebelumnya, bursa saham global sempat tertekan usai langkah mengejutkan dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang mengganti Gubernur Bank Sentral Turki karena masih mempertahankan suku bunga tinggi. 

Asal tahu saja, yield US Treasury tenor 10-tahun terakhir berada di level 1,6787%, turun dari posisinya pada akhir pekan lalu di 1,732%.

"Aset berisiko AS dibantu oleh penurunan yield US Treasury untuk memulai minggu. Pergerakan imbal hasil akan terus diawasi dengan ketat minggu ini di tengah serangkaian lelang obligasi pemerintah AS dan pernyataan dari Menteri Keuangan Yellen dan Ketua Fed Powell," kata ANZ Research dalam catatan harian yang dikutip dari Reuters.

Selanjutnya: Kunjungi China, diplomat top Rusia serukan untuk mengurangi penggunaan dollar AS

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×