kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.614.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Meneropong prospek reksadana BNP Paribas Prima II


Rabu, 11 Mei 2016 / 17:23 WIB


Reporter: Maggie Quesada Sukiwan | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Guna mendongkrak imbal hasil (return), umumnya manajer investasi mengalokasikan dana produk reksadana pendapatan tetap pada Surat Utang Negara (SUN) bertenor panjang.

Begitu pula strategi PT BNP Paribas Investment Partners alias BNPP IP dalam mengelola reksadana pendapatan tetap BNP Paribas Prima II.

Maya Kamdani, Head of Marketing BNPP IP berujar, mayoritas aset BNP Paribas Prima II memang diparkir pada obligasi pemerintah bertenor panjang. Sebab, SUN bertenor lebih dari 10 tahun memiliki likuiditas tinggi sehingga lebih reaktif. Artinya, instrumen tersebut berpotensi mendulang kenaikan harga (capital gain) lebih besar kala pasar obligasi bullish.

“Obligasi pemerintah juga lebih aman. Risiko gagal bayar sangat kecil atau hampir tidak ada,” terangnya.

Sejak awal tahun, pasar obligasi dalam negeri memang disokong katalis positif. Di antaranya pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) ke level 6,75%, stabilitas rupiah, hingga terjaganya inflasi domestik di level rendah.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, Indonesia mengalami inflasi sebesar 0,16% periode Januari 2016 – April 2016.




TERBARU

[X]
×