kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45825,22   12,92   1.59%
  • EMAS1.026.000 -2,84%
  • RD.SAHAM 0.38%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.09%

Mencermati prospek saham perbankan pasca BI pertahankan suku bunga 5%


Kamis, 23 Januari 2020 / 20:37 WIB
Mencermati prospek saham perbankan pasca BI pertahankan suku bunga 5%
ILUSTRASI. Pekerja melintas di dekat layar pergerakan saham di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jum'at (27/12/2019).

Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan BI 7Day Repo Rate (BI7DRR) 5% mendapat respon beragam dari perbankan, khususnya  kelompok Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) IV. Hal itu tercermin dari pergerakan saham bank-bank top ini pasca BI mengumumkan suku bunga acuan.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) misalnya, hari ini cenderung menguat dan sempat menyentuh level Rp 34.475 per saham. Namun pada penutupan perdagangan, saham BBCA balik ke harga penutupan perdagangan kemarin di level Rp 34.200 per saham.

Baca Juga: Saham BBRI sentuh rekor tertinggi sepanjang masa, simak rekomendasi analis

Lain halnya dengan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) hari ini ditutup menguat 0,64% ke level Rp 4.740 per saham. Namun, saham BBRI sempat menyentuh level Rp 4.760 yang merupakan level tertinggi sepanjang masa (all time high) yang pernah diraih saham emiten pelat merah ini.

Saham perbankan lainnya yang menguat diantaranya BBNI (+0,33%) dan BNGA (+0,54). Sementara saham PNBN turun 0,84% ke level Rp 1.185 dan BMRI turun 0,32% ke level Rp 7.775 per saham.

Analis MNC Sekuritas Catherina Vincentia menilai, bervariasinya pergerakan saham perbankan usai pengumuman suku bunga acuan BI dikarenakan investor telah mengantisipasi hal ini dari jauh hari.

Baca Juga: Saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) tembus rekor tertinggi sepanjang masa

Senada, Analis OSO Sekuritas Sukarno Alatas juga melihat pasar telah mengantisipasi kemungkinan BI yang tidak menurunkan suku bunga acuan. “Kalau kita lihat ramalan pasar sesuai dengan aktual yang terjadi. Jadi wajar harga bergerak bervariasi,” ujar Sukarno kepada Kontan.co.id, Kamis (23/1).

Ke depan, Sukarno melihat prospek saham-saham perbankan masih cukup prospektif. Suku bunga acuan yang mulai turun pada pertengahan tahun lalu diharapkan dapat mendorong permintaan kredit yang akhirnya dapat mendorong ekspansi emiten-emiten perbankan.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×