kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Menanti Kepastian Tarif Trump, Dolar AS Mulai Melemah


Rabu, 02 April 2025 / 17:36 WIB
Menanti Kepastian Tarif Trump, Dolar AS Mulai Melemah
ILUSTRASI. REUTERS/Yuriko Nakao. Indeks dolar Amerika Serikat (AS) menurun jelang kebijakan tarif dari Presiden AS Donald Trump yang akan diumumkan Rabu (2/4).


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks dolar Amerika Serikat (AS) menurun jelang kebijakan tarif dari Presiden AS Donald Trump yang akan diumumkan Rabu (2/4). Terhadap mata uang sejumlah negara besar lainnya, USD kembali menunjukkan pelemahan. 

Dilansir dari Trading Economics, Rabu (2/4) pukul 17.00 WIB, indeks USD (DXY) berada di 104,092, menurun 0,16% secara harian. DXY telah bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah sejak Trump menjabat di awal tahun ini dan mempertegas kebijakan tarifnya. Secara year to date (ytd), DXY menurun sebesar 3,2%. 

Alhasil, sejumlah valuta asing mencetak nilai yang positif. Per Rabu (2/4) pukul 17.06 WIB, pairing EUR/USD berada di 1,079, meningkat 0,04% secara harian. Sejalan, GBP/USD berada di level 1,293 dengan peningkatan harian 0,10% dan AUD/USD di 0,630 dengan peningkatan harian 0,45%. 

Di sisi lain, USD/JPY juga melemah 0,14% secara harian di 149,430, USD/CNY melemah 0,03% secara harian di 7,277, dan USD/MXN melemah 0,09% secara harian di 20,337. 

Baca Juga: Warren Buffett Pangkas Kepemilikan 3 Saham Ini pada Kuartal IV-2024, Apa Alasannya?

Gedung Putih diketahui akan mengumumkan kepastian kebijakan tarif pada Rabu (2/4) pukul 20.00 GMT. Segera setelah pengumuman Trump, tarif untuk barang-barang impor akan mulai berlaku.

Namun, belum ada rincian terkait kebijakan ini. Alhasil, pasar mulai gelisah, sebab pergerakan mata uang, baik major currency maupun emerging market, akan bergantung pada pengumuman ini. 

Dilansir dari Reuters, terdapat pertimbangan dari pemerintahan Trump untuk menetapkan tarif atau bea masuk produk sekitar 20% terhadap hampir setiap negara mitra. Namun, pengecualian untuk negara-negara tertentu, menurut Kepala Peneliti MUFG Derek Halpenny, dapat memberikan sedikit ketenangan bagi pasar.

“Ada spekulasi bahwa diskusi tentang kesepakatan perdagangan dapat mengecualikan negara-negara tertentu. Semakin banyak (negara yang dikecualikan), semakin baik pasar dapat menerima pengumuman (kebijakan) tersebut,” sebut Derek, dilansir dari Reuters.

Trump mengumumkan rencananya mematok tarif tinggi untuk sejumlah mitra dagangnya seperti China, Kanada, dan Meksiko. Sebagai balasan, ketiga negara tersebut turut memberikan tarif yang sama untuk barang-barang impor AS.

Kekhawatiran akan dampak perang dagang global yang meningkat terhadap ekonomi terbesar di dunia ini juga didukung serangkaian data ekonomi AS yang lebih lemah dari perkiraan. Imbasnya, muncul kekhawatiran akan resesi yang pada akhirnya melemahkan USD.

Baca Juga: Pemimpin Sementara Korsel Perketat Keamanan Jelang Putusan Pemaksulan Yoon Suk Yeol

Selanjutnya: 11 Cara Menurunkan Kadar Kolesterol Tinggi dengan Cepat dan Mudah

Menarik Dibaca: 11 Cara Menurunkan Kadar Kolesterol Tinggi dengan Cepat dan Mudah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×