kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   19.000   0,67%
  • USD/IDR 17.099   75,00   0,44%
  • IDX 6.971   -18,40   -0,26%
  • KOMPAS100 958   -7,36   -0,76%
  • LQ45 702   -6,10   -0,86%
  • ISSI 250   -0,25   -0,10%
  • IDX30 382   -5,99   -1,54%
  • IDXHIDIV20 472   -9,70   -2,02%
  • IDX80 108   -0,78   -0,72%
  • IDXV30 130   -2,34   -1,76%
  • IDXQ30 124   -2,23   -1,77%

Menanti Dinamika Eskalasi Timur Tengah, Begini Proyeksi Rupiah untuk Rabu (8/4)


Selasa, 07 April 2026 / 16:17 WIB
Menanti Dinamika Eskalasi Timur Tengah, Begini Proyeksi Rupiah untuk Rabu (8/4)
ILUSTRASI. Rupiah tertekan oleh sentimen risk off oleh kekhawatiran eskalasi perang di Timur Tengah. Pelemahan rupiah berpotensi berlanjut pada Rabu (8/4). (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa (7/4/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,42% secara harian ke Rp 17.105 per dolar AS. 

Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah melemah 0,32% secara harian ke Rp 17.092 per dolar AS. 

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, rupiah tertekan oleh sentimen risk off oleh kekhawatiran eskalasi perang di Timur Tengah. Walau sentimen eksternal masih beragam, investor masih terpecah, beberapa masih memperkirakan akan ada perdamaian, beberapa mengantisipasi eskalasi. 

Harga minyak mentah yang naik terus akan semakin membebani anggaran pemerintah terlebih tidak dinaikkannya harga bahan bakar minyak (BBM) dan tidak sedikit yang memperkirakan defisit akan tetap melewati 3% walau anggaran program makan bergizi gratis (MBG) dikurangi. Adapun, untuk besok (8/4/2026), pergerakan rupiah dipengaruhi dinamika eskalasi di Timur Tengah.  

Baca Juga: IHSG Melemah 0,26% ke 6,971 pada Selasa (7/4), ADMR, ANTM, ADRO Top Losers LQ45

“Posisi rupiah akan sangat tergantung pada perkembangan dalam beberapa hari ke depan (aksi militer AS),” ujar Lukman kepada Kontan, Selasa (7/4/2026). 

Analis Mata Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah karena sentimen eskalasi di Timur Tengah. Gangguan lalu lintas kapal tanker dalam beberapa pekan terakhir telah memperketat ekspektasi pasokan dan meningkatkan premi risiko di seluruh pasar minyak.

Upaya diplomatik untuk meredakan konflik tampaknya goyah. Iran menolak proposal yang didukung AS yang menguraikan gencatan senjata 45 hari dan pembukaan kembali selat secara bertahap, bersamaan dengan negosiasi yang lebih luas tentang pencabutan sanksi dan rekonstruksi.

“Iran menolak proposal tersebut dan menyerukan penghentian permusuhan secara permanen, jaminan yang mengikat terhadap serangan di masa mendatang, pencabutan sanksi, dan kompensasi atas kerusakan,” ujar Ibrahim, Selasa (7/4/2026).

Trump menegaskan kembali bahwa tenggat waktu hari Selasa waktu AS itu tegas dan memperingatkan bahwa kegagalan untuk mematuhi dapat memicu serangan AS terhadap infrastruktur Iran, termasuk pembangkit listrik dan jembatan. Ia juga mengatakan Iran dapat "disingkirkan" dengan cepat, menggarisbawahi meningkatnya risiko eskalasi yang lebih luas.

Baca Juga: Kantongi Restu Pemegang Saham, Nippon Indosari (ROTI) Tebar Dividen Rp 450 Miliar

“Investor bersiap menghadapi potensi eskalasi di Timur Tengah menjelang tenggat waktu yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz,” terang Ibrahim. 

Selain sentimen eskalasi perang di Timur Tengah, Ibrahim melihat pergerakan rupiah besok dipengaruhi ekspektasi suku bunga The Fed. Sebab investor menunggu data inflasi AS yang dijadwalkan akan dirilis pada hari Jumat waktu AS. Data ini diharapkan memberikan petunjuk tentang lintasan suku bunga The Fed.  

Ibrahim memproyeksikan rupiah untuk Rabu (8/4/2026) bergerak fluktuatif namun ditutup melemah pada rentang Rp 17.100 – Rp 17.150 per dolar AS. 

Sementara Lukman memperkirakan rupiah besok (8/4/2026) bergerak di kisaran Rp 17.050 – Rp 17.200 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×