kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Membaik pada Tahun 2023, Begini Rekomendasi Saham CPIN dan JPFA


Jumat, 09 Desember 2022 / 05:15 WIB


Reporter: Aris Nurjani | Editor: Noverius Laoli

Penurunan ini dipengaruhi oleh harga bungkil kedelai yang lebih tinggi daripada tahun sebelumnya dan minimnya kebijakan pengurangan populasi (culling).

“Namun kami memperkirakan emiten unggas yang memiliki bisnis terintegrasi akan menikmati kenaikan laba bersih 16% - 22% pada 2023,” katanya. 

Victor mengatakan stabilisasi pasokan menjadi salah satu faktor kunci pada 2023. Secara historis, pada pemilihan umum 2014 dan 2019 harga ayam tetap tertekan meski terdapat ekspektasi konsumsi meningkat karena banjir populasi.

Baca Juga: Malaysia Buka Keran Ekspor Ayam, Bagaimana Efeknya ke Emiten Unggas Indonesia?

“Meski ada risiko harga yang lebih rendah karena oversupply, kami meyakini ada potensi perbaikan margin dari sisi biaya produksi yang mengimbangi risiko tersebut,” katanya.

Victor merekomendasikan Hold untuk saham CPIN dengan target harga Rp 6.800 per saham. sementara merekomendasikan beli untuk saham JPFA dengan target harga Rp 2.000 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×