kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Mayoritas mata uang Asia melempem seiring kecemasan akan nasib Yunani


Jumat, 24 Juni 2011 / 11:26 WIB
ILUSTRASI. Tim medis RS Siloam, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, menjalani tes serologi, Selasa (11/8/2020). Hal ini perlu dilakukan karena tim medis rawan terkena paparan Covid-19, apalagi mereka selalu berhadapan langsung dengan pasien dan menjadi garda terdepan dalam


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

BANGKOK. Mayoritas mata uang Asia bergerak mendekati pelemahan mingguan hari ini. Pasar kembali cemas Yunani akan mengalami default atas utangnya. Selain itu, adanya proyeksi pemangkasan pertumbuhan ekonomi AS membuat penurunan permintaan atas aset-aset emerging market.

Sekadar informasi, kemarin, the Federal Reserve mengatakan, ekonomi AS hanya akan tumbuh di kisaran 2,7% hingga 2,9% tahun ini. Angka tersebut lebih rendah dari prediksi April sebesar 3,1% hingga 3,3%.

"Ketidakpastian terhadap outlook perekonomian global masih menghantui pasar. Saya rasa, hal selanjutnya yang akan diperhatikan adalah voting parlemen Yunani pada 28 Juni mendatang yang memutuskan mengenai besaran penghematan anggaran belanjanya," jelas Prakriti Sofat, ekonom Barclays Capital.

Pada pukul 09.45 waktu Bangkok, baht Thailand melemah 0,3% menjadi 30,66 per dollar. Sementara, rupe India melemah 0,2% menjadi 44,9588, ringgit Malaysia melemah 0,1% menjadi 3,0358, dan rupiah melemah o,1% menjadi 8.603. Sementara, the Bloomberg-JPMorgan Asia Dollar Index turun 0,1%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×