kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Mayoritas indeks acuan Asia memerah pagi ini


Selasa, 19 November 2013 / 08:38 WIB
ILUSTRASI. Ongseng Kacang Panjang Telur (Youtube/Simple Rudy TV)


Sumber: Bloomber | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

TOKYO. Mayoritas saham yang diperdagangkan di bursa Asia dilanda aksi jual pagi ini (19/11). Data Bloomberg menunjukkan, pada pukul 09.53 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific turun 0,1%.

Sementara itu, indeks Topix Jepang turun 0,3%, indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,5%, dan indeks Kospi Korea Selatan naik 0,8%.

Penurunan bursa Jepang menjadi pemberat bursa Asia pagi ini akibat penguatan yen versus dollar AS. Yen perkasa seiring dengan pernyataan the Federal Reserve Bank of New York William Dudley yang menegaskan kembali pernyataan Janet Yellen, Wakil Pimpinan the Fed pekan lalu, bahwa saat ini bukan waktu yang tepat untuk mengurangi stimulus meskipun dia berharap ekonomi AS akan semakin kuat.

"Dalam situasi seperti saat ini, investor pastinya akan lebih berhati-hati," jelas Matthew Sherwood, head of investment markets research Peroetual Investments di Sydney. Dia menambahkan, meski stimulus besar-besaran diluncurkan, namun, data ekonomi AS belum menunjukkan angka yang memuaskan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×