kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Mayoritas Bursa Asia Menguat pada Perdagangan Kamis (16/10/2025) Pagi


Kamis, 16 Oktober 2025 / 08:27 WIB
Mayoritas Bursa Asia Menguat pada Perdagangan Kamis (16/10/2025) Pagi
ILUSTRASI. Saham di Jepang, Australia dan Korea Selatan kompak menguat, menyusul kenaikan bursa Wall Street yang naik, terdorong reli indeks S&P 500. (Kyodo)


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mayoritas bursa Asia menguat pada perdagangan Kamis (16/10/2025) pagi. Pukul 08.20 WIB, indeks Nikkei 225 naik 401,49 poin atau 0,83% ke 48.082,99, Hang Seng turun 20m59 poin atau 0,08% ke 25,890,01.

Taiex naik 148,26 poin atau 0,70% ke 27,460,82, Kospi naik 63,60 poin atau 1,78% ke 3.722,18, ASX 200 naik 110,98 poin atau 1,23% ke 9.101,90, Straits Times turun 2,18 poin atau 0,07% ke 4.364,38 dan FTSE Malaysia naik 1,70 poin atau 0,11% ke 1.613,39.

Saham di Jepang, Australia dan Korea Selatan kompak menguat, menyusul kenaikan bursa Wall Street yang naik, terdorong reli indeks S&P 500.

Mengutip Bloomberg, Presiden AS Donald Trump mengungkapkan, AS kini terkunci dalam perang dagang dengan China. 

Baca Juga: Bursa Asia Menguat Rabu (15/10) Pagi, Dolar Melemah Usai Sinyal Dovish dari The Fed

Sementara Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengusulkan penangguhan tarif tinggi yang lebih lama untuk meredakan sengketa mineral penting dengan China.

Pernyataan tersebut semakin memperburuk gejolak di pasar saham, karena ketegangan antara AS dan China semakin berkobar.

Saham berfluktuasi setelah aksi jual pada Jumat pekan lalu, dan menarik minat pembeli.

"Investor yang membeli saat harga sedang turun masih menjadi penggerak utama, menjaga sentimen tetap kuat meski indikator teknis menunjukkan tanda-tanda melemah," kata Mark Hackett, ahli strategi Nationwide seperti dikutip dari Bloomberg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×