kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45874,12   -12,06   -1.36%
  • EMAS1.329.000 -0,67%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Mayoritas Bursa Asia Ditutup Turun pada Jumat (13/10), Dibayangi Sentimen Negatif


Jumat, 13 Oktober 2023 / 18:57 WIB
Mayoritas Bursa Asia Ditutup Turun pada Jumat (13/10), Dibayangi Sentimen Negatif
ILUSTRASI. Mayoritas indeks saham di Asia ditutup turun sore ini, Jumat (13/10). . (Photo by Yoshio Tsunoda/AFLO)


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mayoritas indeks saham di Asia ditutup turun sore ini, Jumat (13/10). Indeks Nikkei 225 ditutup melemah 0,25%, Hang Seng melemah 2,33% dan Shanghai Composite melemah 0,64%. Dari dalam negeri, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup koreksi 0,12% ke level 6.926,780.

Pelemahan bursa Asia ini diikuti dengan harga minyak mentah yang merangkak naik. Menurut Tim Riset Phillip Sekuritas Indonesia, penguatan harga minyak ini seiring dengan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, dengan Israel tampak bersiap melakukan invasi darat di Gaza. 

Pelemahan lebih lanjut ekonomi China dan prospek suku bunga AS yang tinggi untuk waktu yang lebih lama juga menambah suram sentimen pasar.

Rilis data hari ini memperlihatkan inflasi (CPI) bergerak datar (flat) di bulan September, sementara inflasi di tingkat produsen (PPI) turun dengan laju yang lebih lambat, indikasi tekanan deflasi yang masih berlanjut.

Baca Juga: Saham Asia Tumbang, Data Inflasi AS Menghidupkan Kembali Potensi Kenaikan Suku Bunga

Indeks Harga Konsumen (IKK) atau Consumer Price Index (CPI) tidak berubah, tumbuh 0% YoY di bulan September, menyusul kenaikan 0.1% Y/Y pada bulan sebelumnya, dan lebih rendah dari konsensus pasar yang naik 0,2% YoY.

Data ini memberi indikasi tekanan deflasi masih terus terjadi dalam ekonomi China, sehingga memicu kekhawatiran mengenai keberlangsungan pemulihan ekonomi akibat lesunya permintaan. Indeks Harga Produsen atau Producer Price Index (PPI) turun 2,5% year-on-year (YoY) di bulan September, lebih rendah dari penurunan 3,0% YoY pada bulan sebelumnya dan lebih buruk dari konsensus pasar yang turun 2,4%.

Angka ini memperpanjang deflasi yang diderita oleh PPI menjadi 12 bulan beruntun, namun dengan laju terlemah sejak bulan Maret.

Surplus Neraca Perdagangan China juga turun menjadi US$ 77,71 miliar di bulan September dari US$ 82,72 miliar pada periode yang sama tahun lalu, namun lebih baik dari ramalan pasar yang surplus US$ 70 miliar.

Baca Juga: Bursa Asia Naik Selasa (10/10) Pagi, Melepaskan Diri dari Tekanan Perang Israel-Hamas

Ekspor jatuh 6,2% YoY, yang merupakan penurunan selama lima bulan beruntun, dan lebih baik dari estimasi pasar yang turun 7,6% YoY.  Impor juga jatuh 6,2% YoY, lebih buruk dari ekspektasi pasar yang turun 6,0% YoY dan memperpanjang rangkaian penurunan menjadi tujuh bulan beruntun.

Malam ini, investor menunggu rilis data inflasi dari Swedia, Spanyol, dan Perancis, serta rilis perhitungan awal (preliminary) data Consumer Sentiment Index (CSI) Amerika Serikat (AS) versi University of Michigan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×