kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Mata uang Garuda tersengat data penjualan AS


Kamis, 25 September 2014 / 16:42 WIB
ILUSTRASI. Plasenta previa adalah kondisi ketika plasenta di bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang/hp.


Reporter: Yuliani Maimuntarsih | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Rupiah tertekan. Hari ini (25/9), di pasar spot pasangan USD/IDR naik 0,25% dari hari sebelumnya menjadi 11.983. Namun, di kurs tengah Bank Indonesia (BI) rupiah menguat 0,24% versus dollar AS ke level 11.947.

Senior Research and Analyst PT Monex Investindo Futures, Zulfirman Basir, mengatakan dari sisi fundamental, tangguhnya kinerja dollar AS dapat membayangi kinerja rupiah. "Dollar AS menguat setelah data semalam menunjukan kenaikan penjualan rumah (versi rumah baru) di AS," kata Zulfirman.

Sekedar info, penjualan rumah baru bulan Agustus meningkat 504.000, angka ini lebih tinggi dari ekspektasi 432.000 bahkan lebih tinggi dari bulan sebelumnya 427.000.

Ini dapat memberikan bukti berlanjutnya pemulihan ekonomi Paman Sam dan kembali membuat investor khawatir dengan outlook kebijakan Federal Reserve yang cukup hawkish. Hasil pertemuan Fed terakhir telah menimbulkan persepsi bahwa bank sentral AS mungkin dapat menaikan suku bunga lebih cepat setelah mengakhiri program pembelian obligasinya.

Meski demikian, merebaknya harapan akan adanya pelonggaran moneter dari bank sentral Cina dapat memberikan investor kelegaan atas outlook perekonomian mitra dagang utama Indonesia tersebut. "Ini mungkin dapat memberikan sentimen positif untuk rupiah," ujarnya.

Pada transaksi perdagangan besok (26/9), Zulfirman memprediksi rupiah akan berada di kisaran 11.890-12.045.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×