kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.940   93,00   0,52%
  • IDX 5.960   -235,51   -3,80%
  • KOMPAS100 790   -34,51   -4,19%
  • LQ45 596   -22,94   -3,70%
  • ISSI 207   -7,61   -3,55%
  • IDX30 338   -11,21   -3,21%
  • IDXHIDIV20 418   -10,10   -2,36%
  • IDX80 90   -3,87   -4,14%
  • IDXV30 114   -3,30   -2,81%
  • IDXQ30 109   -3,06   -2,72%

Mata uang Asia keok pasca tapering, won terburuk


Kamis, 19 Desember 2013 / 10:51 WIB
ILUSTRASI. shopee - kontan kilas online


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SEOUL. Tadi malam (18/12), the Federal Reserve memutuskan untuk memangkas nilai stimulus (tapering) mulai Januari tahun depan. Besaran tapering yakni US$ 10 miliar. Dengan demikian, the Fed akan menggelontorkan stimulus sebesar US$ 75 miliar per bulannya.

Pasca pengumuman tersebut, mayoritas mata uang Asia melemah. Jika dilihat, pelemahan terbesar terjadi pada won Korea Selatan.

Mengutip data Bloomberg, pada pukul 11.55 waktu Seoul, won melemah 0,8% melemah menjadi 1.059,77 per dollar AS. Sementara, pelemahan juga terjadi pada ringgit Malaysia sebesar 0,5% menjadi 3,2754, rupiah Indonesia melemah 0,2% menjadi 12.203, dan baht Thailand yang melemah 0,2% menjadi 32,34.

Meski demikian, Shigehisa Shiroki, chief trader Asian and emerging markets team Mizuho Corporate Bank Ltd di Tokyo berpendapat, pelemahan ini hanya reaksi jangka pendek terhadap pengumuman tapering the Fed. "Saya tidak melihat adanya aksi jual besar-besaran terhadap mata uang Asia saat ini," jelasnya.

Dia menambahkan, pasar saham Asia masih akan tetap solid meski tidak akan naik tinggi dalam jangka pendek. Pasalnya, pemulihan ekonomi AS juga akan memberikan dampak positif bagi Asia. "Saya tidak terlalu bearish terhadap mata uang regional," papar Shiroki.

Sementara itu, di negara Asia lainnya, peso Filipina melemah 0,3% menjadi 44,415, dollar Taiwan melemah 0,1% menjadi NT$ 29,775 dan dong Vietnam bergerak flat di posisi 21.105.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×