Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga minyak mentah WTI kembali naik setelah Amerika Serikat – Iran saling serang dalam eskalasi geopolitik di Timur Tengah. Mengutip Trading Economics Senin (13/7/2026) pukul 11.41 WIB, harga minyak mentah WTI di level US$ 74,48 per barel, naik 4,31% secara harian.
Research & Development Trijaya Pratama Futures Alwi Assegaf mengatakan, harga minyak mentah melonjak sekitar 4% ke atas level US$ 74 per barel pada hari Senin, mengakhiri tren pelemahan yang berlangsung selama dua hari terakhir.
Kenaikan tajam ini dipicu oleh baku tembak rudal terbaru antara AS dan Iran akhir pekan lalu, di tengah ketegangan yang terus berlanjut terkait jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Baca Juga: Harga Emas Tertekan & Bidik Indeks GDX, Target Harga Merdeka Gold (EMAS) Dipangkas
“Eskalasi ini bermula dari serangan keempat AS dalam sepekan terhadap Iran pada hari Minggu, sebagai balasan atas serangan Iran terhadap kapal kontainer berbendera Siprus. Iran kemudian mengumumkan penutupan Selat Hormuz “hingga pemberitahuan lebih lanjut”, meskipun klaim tersebut ditolak oleh Komando Pusat AS,” jelas Alwi dalam risetnya, Senin (13/7/2026).
Alwi melihat kenaikan harga minyak pekan ini sekaligus membalikkan sebagian penurunan yang sebelumnya terjadi akibat kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran, yang sempat memunculkan harapan akan bertambahnya pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.
Namun, eskalasi terbaru ini justru meredupkan peluang dilanjutkannya jalur diplomasi. Teheran bersikukuh bahwa Washington harus terlebih dahulu memenuhi komitmen sebelumnya terkait akses transit di Selat Hormuz serta normalisasi ekspor minyak Iran, sebelum negosiasi dapat kembali dilanjutkan.
Alwi memperkirakan support harga minyak mentah WTI di level US$ 69,18 per barel dan resistance di level US$ 76,02 per barel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














