kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45923,31   14,00   1.54%
  • EMAS1.343.000 -0,81%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Mal akan kembali dibuka, ini rekomendasi analis untuk saham emiten ritel


Rabu, 27 Mei 2020 / 19:20 WIB
Mal akan kembali dibuka, ini rekomendasi analis untuk saham emiten ritel
ILUSTRASI. Target Gerai Ace Hardware: Suasana gerai Ace Hardware, Pamulang, Tangerang Selatan, Senin (30/9). Hingga saat ini Ace Hardware telah memiliki 168 gerai di seluruh Indonesia dan menargetkan penambahan 10 gerai baru sampai akhir tahun 2019. KONTAN/Baihaki/3


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Pengelola pusat belanja Indonesia bersiap untuk kembali mengoperasikan mal atau pusat perbelanjaan di Jakarta pada 5 Juni mendatang.

Analis Jasa Utama Capital Sekuritas Chris Apriliony menilai, hal ini akan berdampak positif untuk emiten-emiten ritel, misalnya saja PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), dan serta PT Ace Hardware Indonesia (ACES).

Baca Juga: Gara-gara corona, pendapatan Ramayana (RALS) bisa turun 50% di kuartal pertama 2020

Hanya saja, ia memprediksi emiten sektor ritel ini masih sulit untuk kembali pulih pada tahun ini. Chris bilang kinerja LPPF serta RALS dapat berpotensi menyusut hingga 50% di akhir tahun.

"Karena biasanya pendapatan terbesarnya justru di saat menjelang Lebaran," katanya pada Kontan, Rabu (27/5).

Kemudian, emiten seperti ACES dan MAPI juga diproyeksi bakal tertekan 10% sampai 20% pada tahun 2020. Menurutnya, bisnis peritel ini bisa kembali pulih apabila dibantu dengan data penyebaran corona yang menurun. Sehingga, masyarakat juga menjadi lebih percaya untuk beraktivitas seperti semula.

Baca Juga: Bisnis Sari Roti kebal dari corona, saham Nippon Indosari (ROTI) masih menarik

Selama pandemi Covid-19 ini dapat teratasi, ia melihat prospek dari emiten ritel ini masih cukup baik. Ia menambahkan, saham RALS, MAPI, dan ACES sekarang ini cukup menarik untuk diakumulasi.

"Karena emiten-emiten tersebut mempunyai kinerja yang cukup solid, dimana ACES juga merupakan pemimpin di industrinya," tambah Chris.

Sepanjang 2019, ACES mengantongi pendapatan hingga Rp 8,14 triliun naik 12,43% secara year on year (yoy).

Baca Juga: Pengamat: Dampak new normal ke pasar modal masih sulit diperkirakan

Kenaikan pendapatan ini diiringi pertumbuhan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk hingga 6,79% yoy menjadi Rp 1,03 triliun.

Sejak tahun 2007, pembukaan gerai baru memang menjadi salah satu strategi ACES dalam menjaga pertumbuhan penjualan di angka 15%.

Pada penutupan perdagangan Rabu (27/5), saham ACES menguat 1,84% ke harga 1385 per saham, kemudian saham MAPI juga naik 2,94% ke harga 700 per saham, sementara itu saham RALS melemah 1,69% ke level 580 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×