kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45928,35   -6,99   -0.75%
  • EMAS1.321.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Laba Japfa Comfeed (JPFA) Terjun 92% di Semester I-2023


Selasa, 08 Agustus 2023 / 18:19 WIB
Laba Japfa Comfeed (JPFA) Terjun 92% di Semester I-2023
ILUSTRASI. Japfa (JPFA) hanya membukukan laba bersih Rp 81,97 miliar, merosot 92,62% dari semester pertama 2022 yang mencapai Rp 1,11 triliun.


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) terjun bebas sepanjang semester pertama 2023.  Emiten unggas ini hanya membukukan laba bersih senilai Rp 81,97 miliar pada enam bulan pertama 2023. Realisasi ini merosot 92,62% dari laba bersih yang dibukukan pada periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 1,11 triliun.

Akibatnya, laba bersih per saham dasar JPFA menyusut menjadi hanya Rp 7 dari sebelumnya Rp 96.

Melansir laporan keuangan JPFA di laman Bursa Efek Indonesia, Selasa (8/8), penurunan laba ini sejalan dengan penurunan pendapatan. Konstituen Indeks Kompas100 ini membukukan pendapatan Rp 24,15 triliun, menurun 1,3% dari pendapatan  di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 24,48 triliun.

Baca Juga: Japfa Comfeed (JAPFA) Perkuat Segmen Downstream

Peternakan komersial masih menjadi penyumbang terbesar bagi pendapatan JPFA, yakni mencapai Rp 9,83 triliun. Pendapatan dari pakan ternak senilai Rp 6,56 triliun dan pengolahan hasil peternakan dan produk konsumen senilai Rp 3,78 triliun

JPFA juga meraup pendapatan dari budidaya perairan senilai Rp 2,24 triliun, pembibitan unggas senilai Rp 1,08 triliun, dan pendapatan dari perdagangan dan lain-lain senilai Rp 1,05 triliun

Rincian penjualan neto diklasifikasikan berdasarkan geografis yakni penjualan lokal sebesar Rp 23,73 triliun dan penjualan ekspor senilai Rp 422,33 miliar.

Baca Juga: Awal Agustus, Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) Bakal Jual Saham Treasuri

Meski demikian, sejumlah beban JPFA terpantau naik. Misal, beban pokok pendapatan yang naik 3,56% menjadi Rp 20,79 triliun dari sebelumnya Rp 20,08 triliun. Beban penjualan dan pemasaran naik 16,8% menjadi Rp 1,06 triliun dari sebelumnya Rp 908,43 miliar. beban umum dan administrasi naik 2,6% menjadi Rp 1,61 triliun.

Pun demikian dengan beban lainnya yang melonjak 84,76% menjadi Rp 94,53 miliar dan beban keuangan yang naik 22,88% menjadi Rp 500,68 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×