kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

Laba CPIN Melonjak 95%, Analis Ungkap Alasan dan Rekomendasi Sahamnya Terbaru


Selasa, 04 Agustus 2026 / 18:17 WIB
Laba CPIN Melonjak 95%, Analis Ungkap Alasan dan Rekomendasi Sahamnya Terbaru
ILUSTRASI. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), emiten di sektor unggas, mencatatkan kinerja keuangan yang moncer sepanjang semester I-2026 (DOK/CPIN)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), emiten di sektor unggas, mencatatkan kinerja keuangan yang moncer sepanjang semester I-2026, baik dari sisi laba bersih maupun penjualan.

Menurut laporan keuangan yang dirilis perusahaan untuk semester I-2026, penjualan neto tercatat sebesar Rp39,42 triliun, naik 19,23% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp33,06 triliun.

Dari sisi bottom line, laba bersih perusahaan tercatat Rp3,7 triliun per Juni 2026, melonjak hampir dua kali lipat atau sekitar 95,13% YoY dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,9 triliun.

Analis MNC Sekuritas Raka Junico mengatakan capaian laba bersih CPIN mampu melampaui ekspektasi, baik dari proyeksi MNC Sekuritas maupun konsensus pasar, dengan realisasi masing-masing mencapai 61% dan 67% dari target sepanjang tahun 2026.

Margin laba bersih (net profit margin/NPM) CPIN pada kuartal II-2026 tercatat moderat di level 5,8%, mencerminkan tekanan harga ayam broiler sepanjang kuartal tersebut.

Meski demikian, capaian ini masih jauh lebih baik dibandingkan NPM kuartal II-2025 yang hanya 2,4%, menegaskan adanya perbaikan profitabilitas inti secara tahunan. Secara kumulatif, NPM CPIN sepanjang semester I-2026 tetap solid di level 9,4%, meningkat dibandingkan 5,7% pada semester I-2025.

Baca Juga: Charoen Pokphand (CPIN) Raup Kenaikan Laba dan Penjualan pada Semester I-2026

Dari sisi pendapatan, CPIN membukukan penerimaan sebesar Rp19,5 triliun pada kuartal II-2026, turun tipis 2,4% secara kuartalan, namun tumbuh 27% YoY. Dengan demikian, pendapatan sepanjang semester I-2026 mencapai Rp39,4 triliun, naik 19% YoY.

"Capaian pendapatan ini secara umum sejalan dengan proyeksi MNC Sekuritas maupun konsensus pasar, masing-masing mencerminkan 51,3% dan 51,7% dari target sepanjang tahun 2026," tulis Raka dalam risetnya, akhir pekan lalu.

Secara kuartalan, margin segmen pakan ternak (feed margin) tercatat stabil di level 17,1% pada kuartal II-2026. Stabilitas margin pakan ini berhasil menutupi kontraksi pada margin bibit ayam (day old chick/DOC) yang tercatat negatif 9,8%, serta margin ayam broiler yang cenderung datar di level 0,8%.

Secara kumulatif sepanjang semester I-2026, margin pakan tetap terjaga di level 17,1%, sementara margin DOC tercatat 13% dan margin broiler mencapai 9,6%.

Secara terpisah, Analis BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand menilai capaian kinerja CPIN ditopang oleh dua faktor utama.

Pertama, segmen pakan ternak tetap menjadi mesin utama pertumbuhan laba perseroan, dengan margin laba operasional (operating profit margin/OPM) segmen tersebut naik ke level 8,1%.

"Kenaikan ini didukung kemampuan CPIN mem-pass on kenaikan biaya bahan baku jagung dan soybean meal (SBM) ke pelanggan, serta fleksibilitas substitusi bahan baku yang superior dibanding peers," kata Abida kepada Kontan, Selasa (4/8/2026).

Baca Juga: Potensi Kenaikan Harga Pakan, Simak Rekomendasi Saham Charoen Pokphand (CPIN)

Faktor kedua, kata Abida, adalah basis perbandingan pada semester I-2025 yang sangat rendah, sehingga membuat pertumbuhan laba bersih sebesar 95,13% secara tahunan (year on year/YoY) terlihat sangat dramatis. Ia mengingatkan, secara kuartalan (quarter on quarter/QoQ), laba bersih kuartal II-2026 sejatinya sudah mengalami normalisasi, turun 56% dari rekor yang dicetak pada kuartal I-2026.

Meski demikian, capaian laba bersih sepanjang semester I-2026 tetap solid, membentuk 59% dari estimasi BRI Danareksa Sekuritas untuk keseluruhan tahun 2026 (FY26F), sekaligus melampaui ekspektasi konsensus pasar.

Di samping itu, Abida menilai kinerja impresif CPIN pada semester I-2026 belum sepenuhnya tercermin pada harga saham saat ini.

"Kinerja semester I-2026 yang melampaui ekspektasi konsensus di 64% dari target tahun 2026 belum sepenuhnya terdiskon di harga saham saat ini, terutama mengingat tactical view overweight yang kami pertahankan dengan ekspektasi pemulihan harga ayam hidup di kuartal III-2026," tambah Abida.

Menurut Abida, saham CPIN masih menawarkan ruang penguatan (upside) yang memadai, mengingat valuasi price to earnings ratio (P/E) FY26F saat ini berada di level 15,4 kali, yang dinilai wajar untuk emiten unggas dengan skala bisnis dan integrasi vertikal terkuat di Indonesia.

Prospek Semester II Lebih Moderat

Untuk paruh kedua tahun 2026, Abida memperkirakan kinerja CPIN akan lebih moderat dibandingkan semester I, mengingat capaian luar biasa pada kuartal I-2026 diperkirakan tidak akan terulang.

Meski begitu, profitabilitas segmen pakan yang tangguh (resilient) serta ekspektasi pemulihan harga ayam hidup pada kuartal III dan IV-2026 diyakini akan tetap menopang kinerja perseroan.

 

Ia juga menyoroti sejumlah risiko utama yang perlu diwaspadai investor dan pelaku pasar, di antaranya potensi kenaikan harga jagung dan SBM yang persisten seiring volatilitas cuaca global, serta potensi penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini turut menopang permintaan produk protein di dalam negeri.

Rekomendasi Saham

Dengan mempertimbangkan sejumlah faktor tersebut, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham CPIN dengan target harga Rp5.900 per saham, berdasarkan valuasi EV/EBITDA sebesar 10,2 kali untuk proyeksi tahun penuh 2026.

"Kombinasi feed segment yang defensif, net cash position pertama sejak 2012, dan pemulihan harga ayam hidup yang diproyeksikan pada semester II-2026 menjadikan CPIN sebagai top pick di sektor poultry dengan risk-reward yang menarik dari level saat ini," pungkas Abida.

Adapun MNC Sekuritas memberikan rekomendasi buy untuk saham CPIN dengan target harga Rp5.600 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×