Reporter: Rashif Usman | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten di sektor unggas, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) mencatatkan kinerja keuangan yang moncer sepanjang semester I-2026, baik dari segi laba bersih maupun penjualan.
Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis perusahaan, penjualan neto tercatat sebesar Rp39,42 triliun per semester I-2026, naik 19,23% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 33,06 triliun.
Secara rinci, penjualan dari segmen ayam pedaging mencapai Rp 17,43 triliun, pakan Rp 13,38 triliun, ayam olahan Rp 5,73 triliun, anak ayam usia sehari Rp 2,27 triliun dan lain-lain Rp 585 miliar.
Kenaikan penjualan ini turut mengerek beban pokok penjualan menjadi Rp 32,47 triliun, dari sebelumnya Rp28,34 triliun. Dengan demikian, laba bruto perusahaan melesat 47,12% yoy menjadi Rp 6,95 triliun, dibandingkan Rp 4,72 triliun pada periode sebelumnya.
Di sisi lain, perusahaan mencatatkan rugi atas perubahan nilai wajar aset biologis sebesar Rp 50,67 miliar, berbalik dari laba sebesar Rp 54,70 miliar pada periode sebelumnya. Meski demikian, perusahaan berhasil menekan beban penjualan menjadi Rp 1,19 triliun dari Rp 1,20 triliun, meskipun beban umum dan administrasi naik menjadi Rp 1,17 triliun dari Rp 1,02 triliun.
Baca Juga: Harga Livebird Bisa Jadi Katalis, Cermati Prospek dan Rekomendasi Saham CPIN
Penghasilan operasi lain tercatat sebesar Rp 148,47 miliar, turun dari Rp 183,50 miliar, sementara beban operasi lain juga menyusut menjadi Rp 48,26 miliar dari Rp 75,11 miliar. Alhasil, laba usaha perusahaan melonjak 74,26% yoy menjadi Rp 4,64 triliun, dari sebelumnya Rp 2,66 triliun.
Dari sisi non-operasional, beban keuangan tercatat sebesar Rp 225,84 miliar, membaik dibandingkan Rp 287,89 miliar pada periode sebelumnya. Perusahaan juga membukukan laba selisih kurs sebesar Rp 255,49 miliar, meningkat signifikan dari Rp 15,92 miliar, serta penghasilan keuangan sebesar Rp 81,56 miliar, naik dari Rp 68,15 miliar.
Dengan berbagai capaian tersebut, laba sebelum pajak penghasilan tercatat sebesar Rp 4,75 triliun, melonjak 93,20% dibandingkan Rp2,46 triliun pada periode sebelumnya.
Adapun pos laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih mencapai Rp 3,7 triliun hingga akhir semester I-2026, naik 95,13% yoy dari posisi sebelumnya Rp 1,9 triliun.
Baca Juga: Potensi Kenaikan Harga Pakan, Simak Rekomendasi Saham Charoen Pokphand (CPIN)
Sejalan dengan kenaikan laba, laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turut melonjak menjadi Rp 226 per saham, hampir dua kali lipat dibandingkan Rp 116 per saham pada periode sebelumnya.
Berdasarkan neraca, total aset perusahaan per Juni 2026 mencapai 52,38 triliun, meningkat dari Rp 45,85 triliun per akhir Desember 2026. Total liabilitas dan ekuitas perusahaan masing-masing tercatat Rp 17,46 triliun dan Rp 34,91 triliun.
Adapun total saldo kas dan setara kas mencapai Rp 5,06 triliun per semester I-2026, meningkat dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 3 triliun.
Baca Juga: Charoen Pokphand (CPIN) Bagi Dividen Rp 2,95 Triliun, Segini Potensi Yieldnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
