Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Ciputra Development Tbk (CTRA) membukukan penurunan kinerja sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026.
Penjualan dan pendapatan usaha tercatat sebesar Rp 7,48 triliun per akhir September 2026, turun 10,79% secara tahunan (YoY) dari Rp 8,39 triliun.
Secara rinci, segmen penjualan menyumbang Rp 5,65 triliun dan segmen pendapatan usaha sebesar Rp 1,83 triliun. Penjualan kaveling, rumah hunian, dan ruko berkontribusi mayoritas, yaitu Rp 5,42 triliun.
Baca Juga: Kinerja Ciputra Development (CTRA) Terdampak Perlambatan Pasar Properti
Beban pokok penjualan dan beban langsung turun dari Rp 4,36 triliun menjadi Rp 3,95 triliun per kuartal III 2026.
Laba kotor menjadi Rp 3,52 triliun per September 2026, turun 12,33% YoY.
CTRA mengalami penurunan laba bersih sebesar 18,5% YoY menjadi Rp 1,32 triliun di akhir September 2026.
Dengan kinerja tersebut, CTRA membukukan laba per saham dasar Rp 71 di akhir kuartal III 2026, turun dari Rp 88 di periode sama tahun lalu.
Per 30 September 2026, CTRA punya total aset Rp 47,01 triliun. Ini turun tipis dari Rp 47,98 triliun per 31 Desember 2025.
Baca Juga: Strategi Ciputra Development (CTRA) Bidik Marketing Sales Rp 9,5 Triliun di 2026
Total liabilitas perseroan sebesar Rp 19,38 triliun di akhir September 2026, turun dari Rp 21,06 triliun di akhir Desember 2025. Sementara, total ekuitas tercatat Rp 27,63 triliun per akhir September 2026, naik dari Rp 26,91 triliun di akhir tahun 2025.
CTRA memiliki kas dan setara kas akhir periode sebesar Rp 8,49 triliun di akhir September 2026, turun dari Rp 9,03 triliun di periode sama tahun lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














